Pilkada Kota Jambi

Pilkada Kota Jambi - Tim Pemenangan Sani-Izi Fokus Hasil Penyidikan Money Politics

Tim pemenangan pasangan H. Abdullah Sani - Kemas Alfarizi memfokuskan perjuangan mereka mendorong hasil pengungkapan kasus

Pilkada Kota Jambi - Tim Pemenangan Sani-Izi Fokus Hasil Penyidikan Money Politics
TRIBUN JAMBI/ALDINO

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Tim pemenangan pasangan H. Abdullah Sani - Kemas Alfarizi memfokuskan perjuangan mereka mendorong hasil pengungkapan kasus money politics di wilayah Jambi Timur.

Hari ini merupakan hari terakhir untuk melaporkan gugatan sengketa hasil Pilwako Jambi ke Mahkamah Konstitusi. Namun pada saat pleno hasil perhitungan dan pleno penetapan hasil penghitungan suara Pilwako Jambi 2018 hal tersebut sudah diingatkan oleh ketua KPU Kota Jambi.

Baca: VIDEO - Merasa Diabaikan, Warga yang Ngantre Rekam Acara Ulang Tahun Diduga di Kantor Dukcapil

Pada pleno hasil perhitungan suara dan penetapan hasil penghitungan pasangan Fasha-Maulana unggul atas pasangan Sani-Izi. Dan pada pleno tersebut, saksi pasangan Sani-Izi, WIdodo tidak bersedia menandatangani hasil pleno. Namun, KPU mengatakan bahwa mesti tidak menandatangani hasil pleno, mereka tetap memberikan rekap hasil kepada tim pasangan Sani-Izi.

Widodo mengatakan, mereka menghormati proses yang sudah dijalankan oleh KPU. Namun, mereka tidak ingin memberikan tandatangan karena masih ada proses hukum yang berjalan di kepolisian. Mereka merasa perlu menghormati itu dan menunggu hasil penyelidikan dan pengembangan kasusnya.

Hal serupa kembali ditegaskan Wahyudi, Ketua Tim Kampanye Pasangan H. Abdullah Sani - Kemas Alfarizi kepada Tribunjambi.com Minggu (8/7). Pihaknya menilai selisih suara yang cukup besar tidak menjadi fokus mereka untuk melakukan gugatan. Mereka lebih memilih untuk menfokuskan diri mengawal proses hokum money politik yang sedang berjalan.

Baca: SURVEI  SMRC - 22 Nama Ini Diprediksi Masuk Bursa Calon Presiden 2019

Baca: Indonesia Raih Dua Gelar pada Indonesia Open 2018

“Kami menghormati proses yang sudah dilakukan KPU. Biarlah mereka dengan tahapan dan prosesnya. Kami akan fokuskan pada proses hokum money politik,” tegas Wahyudi.

Selain itu, ditambahkan Wahyudi bahwa mereka tetap akan mengikuti mekanisme yang ada. Terlebih pada kasus money politik yang sudah ditangani oleh pihak Kepolisian. Mereka terus berharap ada perkembangan yang bisa mereka dapatkan informasinya.

“Intinya mengikuti mekanisme yang ada. Kita meminta kepada aparat kepolisian atau aparat hukum supaya menindaklanjuti temuan-temuan yang kemarin itu, yang money politik,” kata Wahyudi.

Wahyudi mengatakan mekanisme yang dijalankan KPU silahkan saja dilakukan. Dirinya mengatakan bahwa itu memang prosesnya dan prosedur yang mesti dijalankan KPU. Maka mereka tidak bisa menghalangi.

“Pleno itu memang sudah prosedurnya.  Kita tidak bisa menghalangi. Proseslah tahapan dari pilkada itu sendiri,” ucapnya.

Baca: Parpol Diminta Mendaftar di Awal Waktu

Baca: Pendaftaran Caleg di Tebo Sepi

Baca: Pemkab Muarojambi Sambut Kedatangan Tim Koordinasi dan Supervisi Pencegahan (Korsupgah) KPK RI

Terlepas dari proses di KPU. Untuk penyidikan kasus money politik dikatakannya ada mekanisme dari pihak kepolisian. Apalagi saat ini sudah ranah penyidikan. Mereka mengaku menunggu perkembangan dari tim aparat hukum.

“Kita menunggu perkembangan dari tim aparat hukum, apalagi sudah ditangani pihak kepolisian. Terlebih pada kasus tersebut ada bukti,” ucap Wahyudi.

Penulis: dunan
Editor: fifi
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help