Home »

Jambi

» Bungo

Pedagang Durian di Pasar Atas Digusur, Pedagang: Pemerintah Hambat Rejeki Bae

Dianggap menggangu,puluhan pedagang durian di sepanjang jalan lintas Pasar Atas dipindahkan.

Pedagang Durian di Pasar Atas Digusur, Pedagang: Pemerintah Hambat Rejeki Bae
Tribun Jambi/Jaka HB
Anggota Satpol-PP Bungo melakukan penertiban pedagang buah 

Laporan Wartawan Tribun Jambi Jaka HB

TRIBUNJAMBI.COM, BUNGO - Dianggap menggangu,puluhan pedagang durian di sepanjang jalan lintas Pasar Atas dipindahkan.

"Pemerintah ni hambat rejeki pedagang bae," celetuk seorang pedagang durian setelah dipindah tempatkan, pada Sabtu (7/7) lalu.

Ian salah satu pedagang yang sedang berkumpul dengan pedagang lain mengatakan tahun sebelumnya tak pernah dipindah. "Tahun kemarin ndak adalah," katanya.

Dia mengatakan pihaknya sudah membayar kebersihan dan keamanan. Ian dan pedagang lainnya membayar Rp 7.000. Pembagiannya Rp 5.000 oemanan dan Rp 2.000 kebersihan.

Ian merupakan pedagang durian musiman dari Senamat. Selama seminggu berjualan, dia bisa dapat sekitar 4 juta sehari selama jualan di taman kota Pasar Atas.

Seluruh pedagang durian dan satu pedagang buah di Pasar Atas pindah ke sepanjang jalan dari simpang samsat sampai masjid Agung.  Dia mengatakan segan, sebab dirinya dan pedagang lain segan harus menjual di depan toko orang.

Ada pula Darma, pedagang durian lain. Dia mengatakan dirinya membayar Rp 7.000 pada orang pasar. Namun, menurutnya bukan pedagang juga yang salah tapi karena berebut tempat. "Jadi tempat jualan itu saking ramainya jualan di aspal," katanya.

Dari simpang Samsat sampai ke masjid Agung," kata Rusdi Lesmana selaku kabid perdagangan Dinas Pedagangan, Perindustrian, Koperasi dan UMKM.

Ikhwan Syam selaku Kepala Seksi (Kasi) Trantib Satpol PP mengatakan beberapa pedagang durian sempat datang ke simpang taman kota. "Langsung kita suruh pindah," ungkapnya.

Dia mengatakan hal ini sudah dirapatkan dengan Sekda. Permasalahan ini muncul, kata Ikhwan karena banyak keluhan soal kendaraan terhambat dan macet.

Kini tempat semula penjual durian duduk telah dibatasi dengan tali rafia. Namun, tetap saja di dekat daerah tersebut muncul pedagang durian.

Pedagang pun bervariasi, ada yang berasal dari Tebo atau dari Bungo sekitaran Tanah Tumbuh, Rantau Pandan, Senamat yang masuk kecamatan Pelepat.

Penulis: Jaka Hendra Baittri
Editor: Teguh Suprayitno
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help