Meski Gemesin Bila Melihatnya, Ternyata Pelampung Leher untuk Bayi Menyimpan Bahaya

Akhir-akhir ini, spa bayi begitu populer di kalangan ibu-ibu di kota-kota besar. Salah satu fasilitas yang biasa ada di spa-spa bayi

Meski Gemesin Bila Melihatnya, Ternyata Pelampung Leher untuk Bayi Menyimpan Bahaya
Moh Habib Asyhad
pelampung leher untuk bayi 

TRIBUNJAMBI.COM - Akhir-akhir ini, spa bayi begitu populer di kalangan ibu-ibu di kota-kota besar.

Salah satu fasilitas yang biasa ada di spa-spa bayi adalah pelampung leher bagi bayi.

Pelampung leher untuk bayi ini juga banyak kita temui di media sosial. Dari Instagram hingga Facebook hingga YouTube.

Baca: Benarkah Bulan Akan Berwarna Biru Tanggal 28 Juli 2018? Inilah Keistimewaan Gerhana Bulan itu

Tapi tunggu dulu, sebelum menggunakannya kepada si kecil, orangtua harap mengetahui ini.

Dalam sebuah laporan baru, Birthlight and the Swimming Teachers' Association (STA) mengungkapkan, perangkat cincin leher yang biasa dipakaikan ke bayi saat melakukan kelas spa khusus bayi itu ternyata penuh risiko.

Mulai dari risiko fisik, neurologis, hingga psikologisnya.

Sebagai awal, spa bayi memaksa si kecil jauh dari orang dewasa, alias menjauhkan anak dari kontak manusia.

Baca: Hore! BPJS Kesehatan Telah Siapkan Sistem Rujukan Online, Ini Manfaatnya

Meskipun orangtua dan petugas selalu berada di dekatnya untuk tujuan keselamatan, bayi tidak dapat menikmati pengalaman bergerak bebas di dalam air.

Dalam laporan tersebut, Francoise Freedman, pendiri Birthlight, mengatakan, ada potensi risiko yang terkait penggunaan perangkat leher yang sering yang mengklaim keamanan total dan kenyamanan bagi para bayi, tapi membatasi mereka dari kebebasan bergerak, yang kita tahu kini dapat menyebabkan implikasi jangka panjang.

Ia juga bilang, ketika bayi menggantung vertikal dalam air dengan kepala yang didukung oleh struktur busa kaku, terutama bayi yang berusia di bawah lima bulan, beriisko memunculkan kompresi vertebra lembut dan halus dalam leher bayi.

Halaman
12
Editor: ekoprasetyo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help