4 Daerah di Merangin yang Rawan Karhutla Saat Kemarau

Masih luasnya hutan di Merangin, banyak dimanfaatkan masyarakat untuk buka lahan baru.

4 Daerah di Merangin yang Rawan Karhutla Saat Kemarau
kompas.com
Anggota Manggala Agni Daops Singkawang melakukan pemadaman kebakaran hutan gambut di Desa Telok Ampening, Kecamatan Terentang, Kabupaten Kubu Raya, Kalbar, Jumat (25/9/2015).(KOMPAS.com / YOHANES KURNIA IRAWAN) 

Laporan Wartawan Tribun Jambi Muzakkir

TRIBUNJAMBI.COM, BANGKO -- Kabupaten Merangin merupakan daerah terluas di Provinsi Jambi. Sebagian wilayahnya masih tertutupi hutan belantara, sebagain lagi jadi areal perkebunan dan pemukiman penduduk.

Masih luasnya hutan di Merangin, banyak dimanfaatkan masyarakat untuk buka lahan baru. Banyak juga masyarakat yang mengalihfungsikan lahan lama menjadi perkebunan baru.

Pembukaan lahan ini dilakukan dengan cara tradisional, masuk ke hutan, menebang pohon kemudian dibakar. Namun sebagain masyarakat yang sadar hukum tidak lagi melakukan pembakaran.

Sesuai dengan perundang-undangan, pembakaran hutan dan lahan termasuk perbuatan pidana. Tak tanggung-tanggung, hukuman penjaranya diatas dua tahun.

Meski demikian, masih ada warga yang membuka kebun dengan cara membakar. Hal itu terbukti dengan banyaknya temuan titik panas yang terpantau oleh Satelit Terra Nooa milik BMKG Provinsi Jambi.

Kepala BPBD Kabupaten Merangin Mardiansyah ketika dikonfirmasi membenarkan jika masih ada masyarakat yang membuka lahan dengan cara dibakar, namun tidak begitu banyak. Saat ini masyarakat sudah tau bagaimana cara hemat membuka lahan tanpa membakar.

"Dulu memang sering. Tapi sekarang tidak ada lagi," kata Mardiansyah belum lama ini.

Mardiansyah bilang, kalaupun ada pembakaran, itu dilakukan oleh masyarakat pedalaman yang jauh dari keramaian. Jauh dari aparat hukum. Dan pembakaran dilakukan secara diam-diam.

"Perjalanan ke lahan mereka memakan waktu berjam-jam dan tidak bisa dilalui oleh kendaraan. Satu-satunya cara ke sana hanya berjalan kaki. Nah di sinilah celah mereka membakar lahan," jelas dia.

Lebih lanjut Mardiansyah bilang, di Kabupaten Merangin ada beberapa daerah yang rawan jadi kebakaran hutan. Wilayah tersebut diantaranya Nalo Tantan, Pamenang, Sungai Manau, Muaro Siau dan beberapa daerah lainnya.

Untuk mengantisipasi terjadinya kebakaran hutan ini, pihaknya akan terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat. Sosialisasi ini dilakukan oleh BPBD sendiri dan dilakukan oleh camat serta perangkat desa di Kabupaten Merangin.

"Kita rutin melakukan sosialisasi. Kita terangkan kepada masyarakat terkait bahaya Karhutlah dan sanksi yang diterima apabila melanggarnya," imbuhnya.

Penulis: muzakkir
Editor: Teguh Suprayitno
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help