Janji Bantuan Pemerintah Tak Kunjung Turun, Petani Kedelai Tanjabtim Terus Berharap

Musim tanam kacang kedelai di Kecamatan Rantau Rasau, Tanjung Jabung Timur dimulai sejak Mei lalu.

Janji Bantuan Pemerintah Tak Kunjung Turun, Petani Kedelai Tanjabtim Terus Berharap
Tribun Jambi/Zulkifli
Tanaman kedelai milik petani di Kabupaten Tanjung Jabung Timur 

Laporan Wartawan Tribun Jambi Zulkifli

TRIBUNJAMBI.COM, MUARASABAK – Musim tanam kacang kedelai di Kecamatan Rantau Rasau, Tanjung Jabung Timur dimulai sejak Mei lalu.

Para petani di daerah ini seharusnya bisa menanam kedelai dengan bantuan bibit, insektisida dan herbi dari Pemerintah. Namun yang terjadi, para petani kacang kedelei terpaksa harus menanam dengan modal sendiri.

Bantuan yang dijanjikan dari Pemerintah Kabupaten melalui Dinas Pertanian sangat dibutuhkan oleh para petani. Karena bertani kacang kedelei membutuhkan biaya yang cukup tinggi.

Awalnya mereka berharap bantuan bisa turun tepat waktu. Namun hingga musim tanam berlalu, bantuan yang ditunggu tak kunjung datang, bahkan tidak tahu kapan akan turunnya.

Jika harus menunggu lebih lama lagi, petani takut tanaman mereka terancam. Menurut para petani jika menanam melewati bulan Mei, ditakutkan hasil kedelai tidak sesuai seperti apa yang diharapkan, karena pertumbuhan tanaman kacang kedelei tergantung cuaca.

Suparman, satu diantara petani kedelai di Kelurahan Bandar, Kecamatan Rantau Rasau saat ditemui Tribujambi.com pada Jumat (6/7) mengatakan, para petani masih sangat mengharapkan bantuan itu (dari pemerintah, red), yang merupakan kebutuhan utama bertani kedelai. Di umur tanaman yang menginjak dua bulan, bantuan untuk perawatan sangat diperlukan oleh para petani.

“Nanamnya dengan modal sendiri. Saat ini kedelei berumur kurang lebih hampir dua bulan, sangat membutuhkan perawatan khusus untuk mendapatkan hasil panen yang memuaskan,” ujar Suparman.

Perawatan yang diperlukan, terutama mulai dari membersihkan rumput dan menjaga agar kedelei tidak terserang hama.

Meski bantuan belum turun, petani berani menanam karena inilah pekerjaan utama mereka. Hanya dari bertani mereka menafkahi keluarga.

Dengan modal yang terbatas sebagian besar petani kedelei memilih menanam di bulan Mei. Meski demikian, mereka masih berharap banyak agar bantuan dari pemerintah bisa segera turun.

“Setidaknya untuk meringankan beban perawatan tanaman” ujar salah seorang petani kedelei, saat ditemui di lahannya.

“Petani menanam 1 hektar 40 kg kedelei, inseknya 1 liter, herbi 3 liter. Kalau Bulan yang cocok untuk nanam di bulan Mei,” katanya.

Penulis: Zulkifli
Editor: Teguh Suprayitno
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help