Begini Penjelasan Kabid Tanaman Pangan Tanjabtim Soal Bantuan Bibit Kedelai yang Tak Terealisasi

Mahmud menjelaskan, kendala yang diterjadi adalah ketidak sediaan benih kedelai pada saat memasuki musim tanam kedelai, April lalu.

Begini Penjelasan Kabid Tanaman Pangan Tanjabtim Soal Bantuan Bibit Kedelai yang Tak Terealisasi
Tribun Jambi/Zulkifli
Tanaman kedelai milik petani di Kabupaten Tanjung Jabung Timur 

Laporan Wartawan Tribun Jambi Zulkifli

TRIBUNJAMBI.COM, MUARASABAK - Pihak Dinas Pertanian Tanaman Holtikultura Tanjung Jabung Timur, mengakui bantuan  untuk para Petani Kedelai di Kabupaten Tanjung Jabung Timur yang bersumber dari APBN belum terealisasi secara optimal.

Saat dikonfirmasi Tribunjambi.com, pada Jumat (6/7) Kepala Bidang Tanaman Pangan, Dinas Pertanian dan Tanaman Pangan Mahmud menjelaskan, kendala yang diterjadi adalah ketidak sediaan benih kedelai pada saat memasuki musim tanam kedelai, April lalu.

"Kita kemarin sepakat dengan penangkar beni kedelai di Tebo, ternyata sampai belum tersedia sesuai dengan kebutuhan kita. Kemarin kita konfirmasi, ternyata baru tersedia pada bulan Juli, namun petani tidak mau lagi karena musim tanam kedelai sudah lewat, karena mereka mau nanam padi lagi," kata Mahmud.

Dilanjutkan Mahmud, bagi petani yang sudah menanam kedelai menggunakan beni swadaya sendiri bisa dibantu Saprodinya seperti pestisida dan herbisida.

"Petani yang menanam menggunakan bibit sendiri, seharusnya mengajukan kebutuhannya biar kami data. Kelompok tani yang ikut kemarin itu seharusnya ngomong kebutuhannya lebih awal kalau menanam menggunakan benih sendiri, biar bisa dibantu saprodinya," sebut Mahmud.

Selain itu Mahmud menyebutkan, target tanam kedelai yang diajukan ke Pemerintah Pusat seluas 700 hektar, namun hingga kini yang terealisasi hanya 240 hektare.

"Awalnya kita mengajukan 700 hektare ke pusat, namun ketika benih terlambat hanya bisa terealisasi 240 hektare, karena petani tak siap tanam. Biasanya pusat ada sanksi, namun mau diapakan lagi, nak dipaksakan nanam bulan Juli Agustus resikonya lebih besar, belajar dari tahun kemarin," ujarnya. 

Penulis: Zulkifli
Editor: Teguh Suprayitno
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help