Rupiah Masih Lemah Meski Suku Bunga Naik, Bank Indonesia Jelaskan Sebabnya

Nilai tukar rupiah tetap saja terjerembab meski Bank Indonesia (BI) telah menaikkan suku bunga sebanyak 50 poin. Reuters hari ini merilis,

Rupiah Masih Lemah Meski Suku Bunga Naik, Bank Indonesia Jelaskan Sebabnya
ANTARA FOTO/SIGID KURNIAWAN
Gubernur BI Perry Warjiyo bersama Deputi Gubernur Sugeng 

TRIBUNJAMBI.COM, JAKARTA - Nilai tukar rupiah tetap saja terjerembab meski Bank Indonesia (BI) telah menaikkan suku bunga sebanyak 50 poin. Reuters hari ini merilis, nilai tukar rupiah pada pukul 14.00 WIB sebesar Rp 14.440 per dollar Amerika Serikat (AS).

Gubernur BI Perry Warjiyo mengatakan, kenaikan suku bunga 50 bps pada rapat dewan gubernur (RDG) lalu adalah agar yield surat utang menarik. Sehingga menarik bagi investor untuk masuk. 

Baca: Demo 2019 Ganti Presiden di Depan Gerai Markobar Milik Anak Jokowi, Jubir: Tidak Ada Kesengajaan

“Respon suku bunga kan untuk bisa membuat pasar keuangan khususnya obligasi pemerintah menarik,” kata Perry di Gedung Kementerian Keuangan (Kemkeu), Selasa (3/7). Sementara, saat ini jumlah investor asing yang masuk belum besar. 

Perry melanjutkan, BI berharap dari hasil lelang Surat Berharga Negara (SBN) hari ini dapat membantu menambah suplai dollar AS. “Dengan adanya lelang, investor asing akan masuk dan akan stabilkan nilai tukar. Ini adalah bentuk koordinasi yang perlu dilakukan,” ucapnya,

Intervensi juga dilakukan BI di pasar SBN. Bila ada investor asing yang menjual SBN, maka BI akan membelinya. “Kalau ada investor asing jual SBN. BI masuk di pasar, tentu saja at market price,” kata Perry.

Baca: Digoda Anggota DPR untuk Debat dengan Rizal Ramli, Ini Jawaban Sri Mulyani

Baca: Kampanye #2019GantiPresiden Sangat Masif, Dedi Mulyadi: Dilakukan di Masa Tenang Kampanye

Editor: fifi
Sumber: Kontan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved