Buntut Kritikan Biaya Pembangunan LRT, Luhut Binsar Panjaitan Siap Cium Kaki Fahri Hamzah Asalkan

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman, Luhut Binsar Pandjaitan angkat suara terkait perkataan Wakil Ketua

Buntut Kritikan Biaya Pembangunan LRT, Luhut Binsar Panjaitan Siap Cium Kaki Fahri Hamzah Asalkan
TRIBUNNEWS/LENDY RAMADHAN
Luhut Binsar Panjaitan 

TRIBUNJAMBI.COM- Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman, Luhut Binsar Pandjaitan angkat suara terkait perkataan Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah,‎ yang mengkritik tiang proyek Light Rapid Transit (LRT) karena terlalu tinggi.

Menurut Luhut tinggi tiang LRT untuk jalur layang sudah sesuai dan berdasarkan perhitungan yang panjang.

Bahkan Luhut menantang Fahri agar menghitung sendiri tinggi yang tepat dan anggaran yang dinilai pas untuk dicocokan dengan perhitungannya.

Baca: Disuruh Milih Mimi atau Bunda, Jawaban Aurel Hermansyah Mengejutkan! Ashanty Tampak Tak Suka

Baca: Tak Perlu Obat Kuat, Cukup Dengan Bawang Putih Pasangan Anda Bisa Bertekuk Lutut di Ranjang!

Baca: Masakannya Kerap Dicibir Suami dan Mertua, Istri Tega Lakukan Hal Ini, 5 Orang Tewas!

"Suruh dia hitung, bawa sini, saya cium kakinya kalau saya salah," tegas Luhut di Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman, Jakarta Pusat, Senin (25/6/2018).

Luhut pun menjelaskan kalau model LRT yang digunakan di Indonesia sesuai dengan standar Internasional dengan mengikuti model LRT yang diterapkan di Perancis.

"Kami tuh pakai anak muda yang hitung semua kita pakai standar dari Perancis, jadinya model ini kita beli model yang dari Perancis yang bisa kita jual ke orang lain," tutur Luhut.

A
Suasana pembangunan proyek LRT kawasan Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, Jumat (22/6/2018). Sejumlah proyek pembangunan di Jakarta terlihat masih sepi belum ada aktivitas seperti biasa. Tribunnews/Jeprima (Tribunnews/JEPRIMA)

Sebelumnya, Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah‎ mengaku ganjil dengan tiang LRT yang tinggi.

Menurut Fahri seharusnya LRT dibangun bawah tanah saja, sehingga tidak perlu megeluarkan biaya untuk pemasangan tiang yang dianggap terlalu mahal.

"Tiangnya segini, mahal banget gitu. Curiga saya itu. Orang curiga. Saya juga curiga. Jelas saya ngeri tuh naik LRT. Kenapa engga ditaruh di bawah tanah aja," tutur Fahri di DPR, Jakarta Selatan, Senin (25/6/2018).

Selain memakan biaya, menurutnya pemasang tia‎ng untuk LRT juga membahayakan dan menurut analisis yang didengarnya tidak diperlukan.

‎"Saya mendengar juga kalau ada yang mengatakan pada peninggian tiang itu sebenernya ada analisis kalau itu tidak diperlukan di situlah terjadi tambahan biaya. Jadi saya denger ini bukan cuma di Palembang. Tapi di seluruh tempat yang dibangun tiang-tiang itu di situ ada tambahan biaya yang harus diantisipasi. Karena itu saya kira audit saja dari awal," pungkas Fahri.

Editor: rida
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved