Angka Laka Lantas dan Kriminalitas di Tanjabtim Meningkat

Gelaran Operasi Ketupat tahun 2018 Polres Tanjung Jabung Timur resmi berakhir pada Minggu (24/6)

Angka Laka Lantas dan Kriminalitas di Tanjabtim Meningkat
tribunjambi/zulkifli
Wakapolres Tanjung Jabung Timur, Kompol Ali Sadikin 

Laporan Wartawan Tribun Jambi Zulkifli

TRIBUNJAMBI.COM, MUARA SABAK - Gelaran Operasi Ketupat tahun 2018 Polres Tanjung Jabung Timur resmi berakhir pada Minggu (24/6) pukul 00.00 Wib malam kemarin.

Berdasarkan data yang diperoleh Tribunjambi.com, dari Polres Tanjung Jabung Timur, sebanyak empat Kasus laka lantas terjadi di wilayah hukum Kabupaten Tanjung Jabung Timur selama operasi ketupat.

Sementara itu, kasus tindak pidana kejadian yang menonjol, selama pelaksanaan operasi ketupat sebanyak 14 kasus.

Wakapolres Tanjung Jabung Timur, Kompol Ali Sadikin, mengatakan hasil operasi Ketupat tahun 2018 ini, angka kecelakaan lalu lintas maupun tindak pidana menonjol mengalami peningkatan dibandingkan tahun 2017 lalu.

"Tahun ini jumlah lakalantas ada empat kasus, meningkat dari tahun 2017 lalu yang nihil kasus. Begitupun angka tindak pidana, juga turut meningkat," kata Ali Sadikin kepada Tribunjambi.com, pada Senin (25/6).

Dijelaskan Ali Sadikin, melihat semua kasus laka yang terjadi tersebut merupakan laka tunggal, kemungkinan besar faktor penyebab adalah kelalaian pengemudi, selain itu juga karena banyaknya infrastruktur jalan di Kabupaten Tanjung Jabung Timur yang rusak.

"Yang menjadi harapan kita bersama, tentunya masalah jalan harus jadi perhatian baik oleh pihak pemerintah maupun pihak-pihak yang lain. Karena kondisi jalan yang baik akan mengurangi resiko kecelakaan. Selain itu rambu-rambu jalan harus memadai, kita harap stakeholder terkait dapat berkoordinasi bersama forum keselamatan lalu lintas mengecek titik jalan yang rawan kecelakaan untuk dipasang rambu-rambu," ujar Ali Sadikin.

Sementara itu untuk kasus tindak pidana atau kejadian juga terjadi peningkatan. Pada tahun ini sebanyak 14 kejadian tindak pidana terjadi, meningkat dari tahun 2017 lalu yang hanya ada empat kejadian.

"Kasus di antaranya masalah sengketa lahan, pencurian, pencurian dengan pemberatan ada enpat kejadian, Narkotika, pengeroyokan, penipuan, termasuk ada juga yang meninggal terkena setrum," papar Ali Sadikin.

Selain itu dijelaskan Ali Sadikin, operasi ketupat ini merupakan operasi kemanusiaan, di mana pihak kepolisian bersama stakeholder terkait memberikan pengamanan terutama terkait kegiatan-kegiatan masyarakat jalur mudik, tempat-tempat keramaian, tempat wisata dan masyarakat yang menggelar salat Idul Fitri. (*)

Penulis: Zulkifli
Editor: nani
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved