Dua Tahun Rumah Sofyan Jebol Diterjang Banjir, Petugas BPBD Sungai Penuh Datang cuma Foto-foto

Sejak kejadian pertama awal 2016 itu, rumah Sofyan telah didatangi lurah dan petugas PU serta BPBD Kota Sungai Penuh untuk melakukan pendataan.

Dua Tahun Rumah Sofyan Jebol Diterjang Banjir, Petugas BPBD Sungai Penuh Datang cuma Foto-foto
Tribun Jambi/Herupitra
Dinding Rumah Sofyan di Jalan RA Kartini Lingkungan III Dusun Nek, Kecamatan Sungai Bungkal Kota Sungai Penuh, jebol akibat banjir yang menerjang tahun 2016 dan 2017. 

Laporan Wartawan Tribun Jambi, Herupitra

TRIBUNJAMBI.COM, SUNGAI PENUH – Sudah dua tahun kondisi rumah Sofyan Dayah (69) memprihatinkan. Rumah yang terletak di Jalan RA Kartini Lingkungan III Dusun Nek, Kecamatan Sungai Bungkal Kota Sungai Penuh ini nyaris ambruk.

Sekitar dua tahun lalu, rumah Sofyan setengahnya amrol ke sungai, akibat diterjang banjir. Hal itu disebabkan turap penahan dinding sungai runtuh saat banjir bandang menerjang.

Sejak kejadian pertama awal 2016 itu, rumah Sofyan telah didatangi lurah dan petugas  PU serta BPBD Kota Sungai Penuh melakukan pendataan.

“Setelah musibah itu kita didatanggi pihak terkait didata dan dimintai keterangan,” sebut Sofyan.

Namun belum ada tanda-tanda akan diperbaiki, bahkan pada 2017 musibah serupa kembali terjadi. Sama seperti tahun sebelumnya petugas kembali datang mendata rumahnya yang diterjang banjir tersebut.  

“Terus kejadian kedua, sekitar Januari 2017 lalu juga didatangi petugas yang sama. Tapi sampai kini, dak diperbaiki,” ujarnya.

Bahkan menurut Sofyan Dayah, pada kejadian kedua pihak BPBD dari Jambi turut datang. Namun perbaikan turap yang dilakukan justru turap sungai di wilayah Dusun Baru dan Sumur Anyir.

Padahal menurut salah seorang tokoh masyarakat Dusun Nek ini, kejadiannya serentak dengan turap di rumahnya.

 “Datang cuma survei saja dan foto-foto, tapi dak do hasilnya," ujarnya lirih.

Meski beberapa sejawatnya menyarankan buat surat ke Walikota, namun dirinya menolak karena merasa kunjungan dari tim tersebut sudah cukup.

 “Lah duo kali dikunjungi, rasonyo cukuplah," ceplosnya.

Ketika ditanya harapannya kepada pemkot, dirinya hanya menyinggung slogan yang pernah didengarnya dari pemerintah kota Sungai Penuh.

“Sayo cuma minta pembangunan adil dan merata yang digaungkan (pemkot), ya dilaksanakan saja,” pungkasnya.

Penulis: heru
Editor: Teguh Suprayitno
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved