Rasio NPL Tinggi, Bank Tekan Laju Kredit ke Sektor Komersial

Perbankan masih berhati-hati dalam menggeber penyaluran kredit. Pasalnya, masih ada segmen kredit yang memiliki risiko tinggi

Rasio NPL Tinggi, Bank Tekan Laju Kredit ke Sektor Komersial
KONTAN/CHEPPY A. MUKHLIS
Ilustrasi 

TRIBUNJAMBI.COM, JAKARTA - Perbankan masih berhati-hati dalam menggeber penyaluran kredit. Pasalnya, masih ada segmen kredit yang memiliki risiko tinggi di tengah ekonomi yang belum stabil ini. Salah satunya segmen kredit komersial.

Risiko kredit ini yang membuat pertumbuhan kredit komersial melambat. Berdasarkan catatan Kontan.co.id, lima bank besar yakni Bank Rakyat Indonesia (BRI), Bank Mandiri, Bank Central Asia (BCA), Bank Negara Indonesia (BNI) dan Bank CIMB Niaga hanya mencatat pertumbuhan kredit komersial satu digit atau rata-rata 3,9% di kuartal I-2018.

Baca: Inilah 4 Kesepakatan Donald Trump dan Kim Jong Un dari Pertemuan Singapura

Laju pertumbuhan kredit komersial ini lebih rendah dibandingkan pertumbuhan kredit perbankan secara umum sebesar 8,5%. Rendahnya pertumbuhan ini karena rasio kredit bermasalah atau non performing loan (NPL) kredit komersial pada lima bank besar itu mencapai 5,9% di kuartal pertama 2018.

Suprajarto, Direktur Utama BRI memproyeksikan kredit komersial masih akan tumbuh dengan syarat risiko kredit harus dikendalikan. BRI akan selektif menyalurkan kredit ke segmen ini.

BRI mencatat kredit komersial yang masuk segmen pinjaman menengah hanya naik 5,12% menjadi Rp 22,6 triliun di kuartal I-2018, dengan rasio NPL kredit menengah 5,2%.

Jahja Setiaatmadja, Direktur Utama BCA memproyeksikan kredit komersial akan tumbuh 13% tahun ini. "Awal tahun kredit komersial tumbuh 4% lebih," kata Jahja kepada KONTAN, Selasa (5/6).

Baca: Tarif Internet Bakal Naik, Indosat Ooredo Sudah Naik Pekan Lalu. Ini Tanggapan Operator Lain

Baca: Uang Lebaran Ungkit Laju Ekonomi Kuartal II ke Angka 5,2%, Ini Penjelasan Analis

Demi menjaga risiko kredit komersial, PT Bank Mandiri Tbk selektif memilih sektor. Royke Tumilaar, Direktur Korporasi Bank Mandiri mengatakan, kredit komersial atau korporasi menengah akan tumbuh di value chain pada nasabah korporasi besar, perkebunan dan bisnis unggulan regional.

Bank Mandiri mencatat kredit korporasi menengah turun 7,2% menjadi Rp 141,7 triliun di kuartal I 2018, dari senilai Rp 152,7 di kuartal I-2017.

Sementara itu, Frans Alimhamzah, Direktur Bisnis Banking CIMB Niaga menyebut, beberapa sektor seperti manufaktur, ritel dan perkebunan mempunyai potensi cukup bagus untuk pertumbuhan kredit komersial.

Bank milik investor Malaysia ini juga akan meningkatkan risiko dengan selektif menyalurkan kredit ke segmen ini. CIMB Niaga mencatat kredit komersial tumbuh 4,95% menjadi Rp 30,71 triliun di kuartal I-2018.

Baca: Pengungsi Suriah Luncurkan Merek Sepatu Mewah di Perancis

Baca: Nasabah Kecewa, Tak Bisa Transaksi Tarik Tunai

Baca: NEKAT! Keluarga Ini Mudik Jakarta-Madura Pakai Mobil Pick Up. Ini Kata Polisi

Editor: fifi
Sumber: Kontan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved