Lafal Bacaan dan Hukum Takbiran Untuk Menyambut Hari Raya Idul Fitri 2018

Umat muslim biasa menggelar malam takbiran untuk menyambut datangnya hari raya.

Lafal Bacaan dan Hukum Takbiran Untuk Menyambut Hari Raya Idul Fitri 2018
nu.or.id
Ketupat 

TRIBUNJAMBI.COM - Umat muslim biasa menggelar malam takbiran untuk menyambut datangnya hari raya.

Takbiran di Indonesia merujuk pada aktivitas yang biasa dilakukan umat muslim untuk mengucapkan kalimat takbir (Allahu Akbar) secara bersama-sama.

Lebih spesifik lagi, aktivitas ini merujuk pada aktivitas perayaan mereka pada malam hari dalam menyambut datangnya Idul Fitri dan Idul Adha.

Dilansir dari NU Online, pada dasarnya membaca takbir adalah sebagian dari bacaan zikir.

Oleh karena itu tidak ada larangan dalam bertakbir selama masih dalam batas kewajaran.

Karena dengan bertakbir itu seseorang akan ingat kepada keagungan Allah Sang Pencipta.

Sesuai petunjuk aturan pembacaan takbir, ada dua macam takbir, yakni takbir mursal dan takbir muqayyad.

Takbir mursal adalah pembacaan takbir yang tidak terikat waktu, karena dianjurkan sepanjang malam.

Seperti takbir di malam Idul Fitri dan Idul Adha.

Adapun takbir muqayyad adalah takbiran yang terbatas pada waktu, seperti pembacaan takbir setiap selesai salat lima waktu selama Idul Adha dan hari tasyrik, 11,12 dan 13 dzulhijjah.

Berikut bacaan takbir secara lengkap yang dapat dilafalkan saat menyambut Idul Fitri :

فِرُون, وَلَو كرِهَ المُنَافِقوْن, وَلَوكرِهَ المُشْرِكوْن, لاالهَ اِلا اللهَ وَحدَه, صَدَق ُوَعْدَه, وَنَصَرَ عبْدَه, وَأعَزّجُندَهُ وَهَزَمَ الاحْزَابَ وَاحْدَه, لاالٰهَ اِلاالله وَاللهُ اَكبر, اللهُ اكبَرُ وَِللهِ الحَمْ

Allah Maha Besar dengan segala kebesaran, segala puji bagi Allah dengan sebanyak-sebanyak puji, dan Maha suci Allah sepanjang pagi dan sore, tiada Tuhan (yang wajib disembah) kecuali Allah dan kami tidak menyembah selain kepada-Nya, dengan memurnikan agama Islam, meskipun orang-orang kafir, orang-orang munafiq, orang-orang musyrik membencinya. Tiada Tuhan (yang wajib disembah) kecuali Allah dengan ke Esa anNya, Dia dzat yang menepati janji, dzat yang menolong hambaNya dan memuliakan bala tentaraNya dan menyiksa musuh dengan ke Esa anNya. tiada Tuhan (yang wajib disembah) kecuali Allah dan Allah Maha Besar, Allah Maha Besar dan segala puji hanya untuk Allah.

Namun sering juga pembacaan takbir secara singkat dan lebih umum :

اللهُ اكبَرْ, اللهُ اكبَرْ اللهُ اكبَرْ لاالٰهَ اِلاالله وَاللهُ اَكبر, اللهُ اكبَرُوَِللهِ الحَمْد

Editor: Leonardus Yoga Wijanarko
Sumber: TribunWow.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help