Cium Wanita Dihadapan Ribuan Orang, Presiden Filipina Tuai Kecaman Banyak Pihak
Bukan Duterte (73) namanya jika tidak sesumbar dan acap melakukan tindakan kontroversial.
TRIBUNJAMBI.COM - Bukan Duterte (73) namanya jika tidak sesumbar dan acap melakukan tindakan kontroversial.
Sempat dikecam sejumlah 'kelompok wanita Filipina' akibat komentarnya yang tak berperikemanusiaan dan menyudutkan kaum wanita, kini Duterte kembali berulah.
Kita tentu masih ingat pidato Duterte yang melegalkan kelompok militer membasmi gerilyawan wanita yang berseberangan dengan pemerintah.
Baca: Mau Tahu Peruntungan Kamu yang Lahir di Tanggal 1 Hingga 30 Bulan Juni? Berikut Jawabannya
Anak-anak di Jalur Gaza Alami Krisis Kesehatan Mental, Apa yang Terjadi?
Duterte bahkan memerintahkan mereka menembak alat kemaluan para gerilyawan wanita.
Pidato itu bak memberi sinyal betapa Presiden bertangan besi ini merupakan ancaman besar bagi kaum wanita.
Baca: 2 Opsi Ditawarkan Pemerintah Bagi Honorer K-2 yang Tak Lulus Seleksi CPNS 2018
Kaum wanita sayap kiri dan para feminis menganggap ucapan sesumbar Duterte dapat membahayakan wanita Filipina, sebab memberi lampu hijau bagi kaum lelaki 'melecehkan wanita'.
Dan tak sebatas ucapan, kini Duterte membuktikannya dengan tindakan.
Insiden itu terjadi saat Duterte menemui para pekerja Filipina yang bermukim di Korea Selatan, Minggu malam (3/6/2018).
Baca: Ada Kajian Islam, hingga Arsitektur dan Seni, Fakultas yang Akan Dibuka di UIII
15 Menit dalam Sejarah: Ikon Pop Andy Warhol Nyaris Tewas Ditembak
Dihelat di Seoul, acara tersebut dibuka dengan pidato panjang Duterte selama dua jam.
Di ujung pidatonya, ia menawarkan para hadirin sebuah buku berisi dugaan korupsi dan pelecehan di gereja katolik. Duterte menunjuk dua hadirin wanita naik ke atas panggung.
"Kalian bisa menukarkan buku ini dengan sebuah ciuman. Siap berciuman? datanglah kemari," Duterte menujuk dua wanita ke atas panggung.
Dua wanita menaiki panggung, salah seorang dari mereka memberikan Duterte ciuman di pipi.
Baca: Millendaru Posting Foto Lelaki dengan Lambang Hati, Warganet Salfok: Gatel Ko?
Wanita terakhir, dengan hormat mencium dahi presiden, tanda penghormatan bagi orang yang lebih tua dalam tradisi Filipina.