VIDEO

VIDEO: Perambahan Liar di Renah Pemetik Kerinci Bikin Habitat Harimau Makin Menyempit

Maraknya perambahan hutan di Renah Pemetik Kabupaten Kerinci, diduga menjadi penyebab masuknya harimau ke permukiman warga.

Laporan Wartawan Tribunjambi.com, Herupitra

TRIBUNJAMBI.COM, KERINCI - Maraknya perambahan hutan di Renah Pemetik Kabupaten Kerinci, diduga menjadi penyebab masuknya harimau ke permukiman warga.

Habitatnya yang telah berkurang dan tempat perburuan mangsa yang semakin sempit, membuat harimau keluar dari habitatnya sehingga mengancam warga.

Informasi yang didapatkan, lahan hutan di Renah Pemetik terus berkurang. Itu terjadi akibat perambahan hutan yang tidak terkendali.

Baca: Soal RT Diminta Kumpulkan Zakat Minimal Rp 1 Juta - Sandiaga: Tak Ada Arahan Spesifik

Bahkan berdasarkan pantauan Tim Monitoring Harimau Sumatera. banyak mereka temukan pembukaan lahan baru yang dilakukan oleh oknum warga secara liar.

Perambahan tersebut, membuat habitat Harimau terusik. Sehingga satwa yang dilindungi tersebut terpaksa harus keluar dari habitatnya untuk bertahan hidup dan berburu mangsa.

“Ada perambahan hutan yang cukup luas di beberapa lokasi di Renah Pemetik. Seperti di Tanah Pasir, Sungai Kering dan lokasi lainnya yang merupakan habitat harimau,” kata anggota Monitoring Harimau Sumatera, Hambali.

Diungkapkan Hambali, beberapa bulan lalu sebelum kejadian peyerangan harimau terhadap petani di Renah Pemetik, pihaknya telah memasang kamera pengintai di beberapa lokasi. Yakni di kor (core) area monitoring harimau Sumatera mulai dari Wilayah Muara Bungo sampai Kerinci.

Baca: 47 Tahun Hidup dengan Tumor Seberat 14,9 Kg. Begini Kondisi Penderita setelah Diangkat

Baca: S&P Pertahankan Rating Indonesia, Dana Asing Diprediksi Masuk Kembali

Dari kamera tersebut pihaknya berhasil menemukan keberadaan Harimau yang membawa anaknya.

“Kemungkinan Harimau tersebut keluar dari habitatnya akibat konflik perambahan hutan dan konflik dengan satwa lainnya,” tuturnya.

 Untuk menghindari terjadinya konflik Harimau dengan manusia  warga yang berladang di Renah Pemetik diminta untuk tidak lagi merambah hutan secara liar untuk membuka lahan baru, agar habitat harimau tidak terganggu dan mereka tidak keluar ke perladangan warga untuk berburu mangsa.

“Kita harap warga yang berladang di wilayah Renah Pemetik untuk tidak merambah hutan secara liar lagi,” harapnya.

Penulis: heru
Editor: fifi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help