Letkol Inf M Arry Ajak Masyarakat Hindari Teori Labelling, Teroris dan Karhutla Jadi Prioritas
Teori labelling berbahaya karena membuat seseorang terdoktrin secara tidak langsung di bawah alam sadar.
Penulis: Darwin Sijabat | Editor: Duanto AS
Laporan Wartawan Tribun Jambi, Darwin Sijabat
TRIBUNJAMBI.COM, KUALA TUNGKAL- "Di Tanjung Barat, insya Allah tidak ada teroris. Tetapi pencegahan tetap. Biasanya, saat kita lengah, mereka akan masuk," kata Letkol Inf M Arry Yudistira, Komandan Kodim 0419/Tanjab, saat buka puasa bersama awak media di Kuala Tungkal, Selasa (29/5) malam.
Menurutnya, di daerah Tanjung Jabung Barat tidak ada terorisme. Meskipun demikian pola pencegahan tetap dilakukan seperti deteksi dini.
Deteksi dini adalah apabila ada orang pindah dan baru balik dari mana saja, dilakukan pendekatan secara persuasif terkait ideologi dan pahamnya.
Menurut Dandim tersebut banyak diluar memberikan pengajaran atau doktrin yang salah
Dia mengatakan yang menjadi masalah adalah dengan adanya teori labelling. Teori labelling berbahaya karena membuat seseorang terdoktrin secara tidak langsung di bawah alam sadar.
Ada yang tertanam didalam alam bawah sadar setiap individu. Seperti daerah dan pola pakaian.
"Akhirnya yang terjadi, begitu ada yang bercadar, pelihara janggut langsung curiga. Saling curiga antara satu dan lainnya saling curiga," ujarnya.
Begitu ada satu terus teroris di suatu tempat, maka langsung dicap bahwa paham radikalisme atau terorisme sudah memasuki daerah tersebut.
Pendekatan pencegahan yang dilakukan itu memberantas dari bawah dari akarnya. Pendekatan agama, pemerintah daerah, yaitu untuk kesejahteraan masyarakat dan pendidikan.
Dandim juga menyampaikan prioritas kerja 100 hari ke depan. Ada dua yang menjadi prioritas kerja Danrem, yaitu teroris dan karhutla.