Petani Kentang Mengeluh Harga Terjun Bebas Saat Puasa, Begini Kondisi di Jangkat

Namun sepekan terakhir, petani di Jangkat mengeluh. Harga jual hasil pertanian tidak sesuai dengan yang diharapkan.

Petani Kentang Mengeluh Harga Terjun Bebas Saat Puasa, Begini Kondisi di Jangkat
Tribun Jambi
Ilustrasi petani kentang. 

Laporan Wartawan Tribun Jambi, Herupitra

TRIBUNJAMBI.COM, BANGKO - Kecamatan Jangkat merupakan wilayah di Kabupaten Merangin penghasil komoditas pertanian. Di Jangkat, pada umumnya warga menggantungkan hidupnya sebagai petani cabai, kol, kentang, tomat dan berbagai sayuran lain.

Namun sepekan terakhir, petani di Jangkat mengeluh. Harga jual hasil pertanian tidak sesuai dengan yang diharapkan.

Hasil pertanian yang mengalami penurunan harga, yaitu kentang.

Biasanya, harga kentang berkisar Rp 7.000 per kilogram (Kg). Namun, saat masuk bulan puasa harga turun drastis menjadi Rp 4.000 per kilogram atau turun Rp 3.000 per kilogram.

“Macet, Bang. Panen banyak cuman hargo tidak mendukung. Kalau di harga Rp 7.000 itu baru bisa beruntung,” kata Tomi, petani setempat.

Baca: Delapan Orang Komplotan Pencuri Getah Karet di Tebo Dipergoki Warga, Rata-rata Masih Belia

Baca: Kebanting bgt om dhani sm bunda Ahmad Dhani Kena Bully di Video Maia Estianty, Dul Wisuda

Baca: KELUAR! Jadwal Seleksi CPNS 2018 Resmi Dirilis Menpan RB, Ini Waktunya

Padahal, sebutnya, bertani kentang membutuhkan modal atau dana yang lumayan besar. Sebab selain pupuk mahal dan sulit, pemeliharaan tanaman jenis kentang juga sedikit rumit.

“Waktu panen juga butuh waktu selama 3,5 bulan baru bisa panen dan dijual kepada tauke,” ujarnya.

Senada dikatakan Gunawan, warga Jangkat yang berprofesi sebagai petani kentang. Ia mengaku khawatir jika harga kentang tidak naik, maka banyak petani akan merugi.

“Hal hal seperti ini harus menjadi perhatian pemerintah daerah. Masyarakat Jangkat mayoritas petani, kalau tidak akan menjadi masalah bagi petani,” katanya.

Selain kentang, harga cabai juga mengalami penurunan dari biasanya. Petani berharap dalam lebaran harga kentang dan cabai bisa kembali dengan harga yang stabil agar petani tidak merugi.

“Kita berharap haraga bisa tinggi di bulan puasa ini, eh tahunya turun,” ujarnya.

Baca: Fakta Tentang Mother of Satan, Bom yang Dipakai Teroris Serang Gereja dan Mapolrestabes

Baca: 7 Sinyal Kondisi Tubuh Sedang Tak Baik, Dari Bengkak Sampai Kuku, Cek Diri Anda

Baca: Si Cantik Ini Wisuda, Fotonya Sih Biasa, Tapi Captionnya Tuai Kontroversi

Penulis: heru
Editor: duanto
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved