Anak Muda Jadi Sasaran untuk Dikenalkan Tengkuluk
Tengkuluk merupakan aset budaya yang patut dilestarikan. Penutup kepala asal Jambi ini memiliki banyak jenis
Penulis: Nurlailis | Editor: Nani Rachmaini
Laporan Wartawan Tribun Jambi, Nurlailis
TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Tengkuluk merupakan aset budaya yang patut dilestarikan. Penutup kepala asal Jambi ini memiliki banyak jenis yaitu mencapai 98 macam.
Untuk tetap melestarikannya Kepala museum Siginjai, Nurlaini mengungkapkan ada beberapa hal yang telah dilakukan termasuk menggandeng kawula muda untuk mempelajarinya.
“Sebenarnya kalau kawula muda ingin cinta budaya, belajar tengkuluk itu gampang. Bahannya sendiri boleh tidak batik, kan sekarang dapat dikreasikan dengan pasmina dan hijab. Dulu mungkin nenek moyang itu kan membikin sendiri kainnya, jadi menggunakan kain batik,” tuturnya.
Adapun beberapa upaya yang dilakukan adalah mengadakan ajang duta tengkuluk, workshop museum, dan sebagainya.
“Museum dijadikan jendela budaya agar anak muda ini boleh mengikuti tren tapi tetap kepala harus ditutup atau belajar tengkuluk ini. Jadikanlah museum ini sahabat agar kita bisa menggali berbagai bidang ilmu,” jelasnya.
Setelah anak muda sudah mengenal, ia juga mengajak para guru agar mereka yang mengenalkan juga kepada muridnya. Sasarannya adalah guru muatan lokal.
Sekarang dengan digalakkan tengkuluk bisa menaikan pendapatan masyarakat. Seperti pengrajin batik, tukang jait pakaian, penjual hiasan yang terkena dampak dari digalakkannya tengkuluk.
Museum itu dapat jadi jendela budaya Provinsi Jambi. Misalnya kalau mau ke suatu daerah lihat dulu peninggalannya di museum sehingga pendekatannya mudah ketika sampai di daerah yang dituju. (lai)