Home »

News

Mengungsi ke Australia Usai Rusuh 1998, Gegara Ahok, Liana Ang Pikir Ulang Kembali ke Indonesia

Selalu ada manfaat yang bisa dipetik dari sebuah peristiwa, betapa pun pahitnya peristiwa tersebut.

Mengungsi ke Australia Usai Rusuh 1998, Gegara Ahok, Liana Ang Pikir Ulang Kembali ke Indonesia
Kompas cetak
Puncak Kerusuhan Mei 1998 

Dalam keterangan kepada wartawan ABC Sastra Wijaya, Dr Salut Muhidin mengatakan memang tidak ada data khusus mengenai berapa orang warga Indonesia yang meminta suaka sebagai pengungsi dan berapa yang dikabulkan oleh pemerintah Australia.

"Berdasarkan data jumlah orang Indonesia yang melakukan imigrasi ke Australia selama periode 1997-2002, benar adanya ada peningkatan jumlah," kata Salut.

1

Dr Salut Muhidin dari Macquarie University di Sydney Photo: Dr Salut Muhidin dari Macquarie University di Sydney (Foto: Istimewa)

"Migrasi secara permanen dari warga Indonesia mengalami puncaknya pada periode 2001-2002, sebanyak 5.821 migran atau meningkat sebanyak 2,5 kali dari jumlah migran pada tahun 1996-1997 (yaitu sebanyak 2.149 orang)."

"Pada periode yang sama, jumlah Long Term visitors dari Indonesia juga meningkat pesat. Pada saat migrasi tetap mengalami puncak, jumlah visitors juga mencapai puncaknya dengan jumlah 9.521 orang," kata Salut lagi.

Menurut Salut, dengan adanya peningkatan kunjungan hal tersebut juga berdampak pada permohonan visa ke Australia dari Indonesia pasti meningkat tajam.

"Mereka yang tidak bisa melakukan secara permanen akan berusaha untuk mencoba melalui visa kunjungan atau visitor, baik jangka panjang (long term visitor) ataupun kunjungan jangka pendek (short term visitor)," katanya lagi.

Aplikasi Liana sebagai pengungsi kemudian ditolak pemerintah Australia di tahun 2001, namun dia ketika itu memutuskan untuk tidak mau kembali lagi ke Indonesia.

Mengembangkan bisnis yang mempekerjakan warga Indonesia

Salah satu alternatif baginya untuk bisa tinggal menetap di Australia adalah bila dia menikah dengan warga Australia.

Halaman
1234
Editor: rida
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help