Kisah Mencekam Teror di Mapolda Riau, Ipda Auzar Guru Ngaji Rajin Salat Itu Gugur Ditabrak Teroris

Pada serangan yang dilangsungkan pada Rabu (16/5/2018) pagi itu satu diantara anggota kepolisian menjadi korban tewas

Kisah Mencekam Teror di Mapolda Riau, Ipda Auzar Guru Ngaji Rajin Salat Itu Gugur Ditabrak Teroris
Ipda Auzar, personel Polda Riau yang meninggal setelah serangan terduga teroris di Mapolda Riau, Rabu (16/5/2018) sekitar pukul 09.05 WIB, dikenal sebagai pribadi yang ramah dan sangat peduli sosial 

Iqbal yang sempat bertugas di Polda Riau pada 2000-2005 punya kesan yang sulit ia lupakan terkait sosok Ipda Auzar.

"Orangnya disenangi semua orang karena sering membantu, cekatan enggak pernah mengeluh, proaktif, suka membantu siapa saja," ujar Iqbal di Mabes Polri, Rabu. 

Selama bertugas di Polda Riau, Iqbal mengaku tahu betul sosok Ipda Auzar. Kesehariannya tak jauh dari masjid atau mushola.

Ia dikenal orang yang begitu agamis. Bahkan, Iqbal mengungkapan bahwa Ipda Auzar adalah guru mengaji sekaligus kerap menjadi muazin, atau orang yang terpilih di masjid untuk mengumandangkan azan.

"Keseharian memang sangat agamis, sangat Islami yang bersangkutan dekat sama masjid dan mushola," kata Iqbal.

Selain itu, ia juga mengatakan bahwa Ipda Auzar sempat menjadi sopir Komjen Syafruddin saat bertugas di Polda Riau.

Saat ini Komjen Syafruddin sendiri sudah menjadi Wakil Kepala Polri (Wakapolri).

Bagi setiap anggota Polisi, Ipda Auzar adalah satu dari sekian banyak polisi yang berdedikasi.

Iqbal yakin, Ipda Auzar akan ditempatkan di tempat terbaik di sisi Allah SWT.
Apalagi, Ipda Auzar gugur saat menunaikan tugas negara.

Ia meninggal ditabrak mobil oleh terduga teroris saat memblokade jalan di sekitar Mapolda Riau, agar tidak ada masyarakat yang mendekat Mapolda Riau diserang para terduga teroris.

Halaman
1234
Editor: bandot
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved