Hari Krida Pertanian, Batanghari Tonjolkan Teknologi Jajar Legowo Bercocok Tanam

Memperingati Hari Krida Pertanian (HKP) ke-46, Kabupaten Batanghari akan menonjolkan teknologi becocok tanam.

Hari Krida Pertanian, Batanghari Tonjolkan Teknologi Jajar Legowo Bercocok Tanam
TRIBUN JAMBI/ABDULLAH USMAN

TRIBUNJAMBI.COM, MUARA BULIAN - Memperingati Hari Krida Pertanian (HKP) ke-46, Kabupaten Batanghari akan menonjolkan teknologi becocok tanam.

HKP yang dijadwalkan akan diselenggarakan 10-12 Juli mendatang, selain keinginan bupati untuk menonjolkan tanama lokal yang sudah mulai punah. Dinas Ketahanan Pangan dan Holtikultura Batanghari juga memiliki program; gelar teknologi ketahanan pangan dan holtikultura.

Baca: Dipaksa Menikah, Gadis Ini Tikam Suami yang Coba Memperkosanya dengan Dibantu Sepupu

"Dalam kegiatan HKP nanti selain dari segi tanaman langka kita juga akan menampilkan teknologi bercocok tanam padi dengan sistem Jajar Legowo," ujar Kepala Dinas, M Hatta

Dikatakan, dengan menggunakan tehnologi jajar legowo tersebut, memiliki beberapa keunggulan dan keuntungan. Diantaranya bisa meningkatkan produksi tanam, pemeliharaan tanam lebih mudah, serangan hama dapat dikurangi, dan hasil produksi lebih meningkat.

"Sistem ini pula yang saat ini sedang digalakkan di Kabupaten Batanghari, melalui HKP nanti akan dipertunjukkan hasil dari teknologi ini," jelasnya.

Tehnologi jajar legowo sendiri, merupakan cara tanam padi yang menggunakan sistem Empat kosong empat (empat baris padi sebaris kosong). Adapun pada sela-sela tanam terdapat rongga yang nantinya sebagai pembatas sehingga kondisi tanaman jadi lebih renggang sehingga hama seperti tikus tidak bisa berkembang dan bersarang di sekitar tanaman.

Baca: Tak Penuhi Target Pembangunan Smelter, Perusahaan akan Disanksi Finansial Segini

Baca: UNIK - Yang Bisa Lewati Pagar Besi Sempit Ini Gratis Makan di Resto Ini, Bagaimana yang Gemuk?

Sementara itu para petani yang tengah melakukan penanaman padi di lokasi HKP menuturkan, penggunakan teknologi tanam seperti ini memang sedikit ribet dan harus rapi. Dan menggunakan jarak yang pas sesuai rumus yang dipakai empat satu empat tadi.

"Kalo kita lihat dari proses dan keunggulan dari teknologi ini sangat memungkinkan untik mendapatkan hasil positif dari hasil pertanian nanti, terutama dari segi perawatan, mudah dan meminimalisir serangan hama," ujarnya.

Penulis: Abdullah Usman
Editor: fifi
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help