Home »

Bisnis

» Mikro

Bekraf Fasilitasi Pelaku Ekraf Jambi Ikut Kelas Keuangan

Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) meningkatkan kapasitas pelaku usaha ekonomi kreatif (ekraf) dengan memberikan pelatihan manajemen keuangan.

Bekraf Fasilitasi Pelaku Ekraf Jambi Ikut Kelas Keuangan
TRIBUNJAMBI/FITRI AMALIA
Pihak Badan Ekonomi Kreatif dan narasumber foto bersama pelaku usaha ekonomi kreatif yang ikut kelas keuangan, Sabtu (12/5) di Hotel Aston, Kota Jambi 

TRIBUNJAMBI.COM - Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) meningkatkan kapasitas pelaku usaha ekonomi kreatif (ekraf) dengan memberikan pelatihan manajemen keuangan. Bekraf memfasilitasi 100 pelaku usaha Jambi mengikuti kelas Keuangan Usaha Ekonomi Kreatif di Hotel Aston Jambi, Sabtu (12/5).

Anggota Komisi X DPR RI Sutan Adil Hendra yang membuka acara tersebut. Hadir juga praktisi keuangan Ahmad Gozali, perbankan konvensional yaitu Bank Negara Indonesia (BNI) dan owner Radja Cendol (Randol) Danu Sofwan pada kelas keuangan ini.

Deputi Akses Permodalan Bekraf, Fadjar Hutomo menjelaskan, bekraf ingin pelaku ekraf naik kelas dengan memiliki laporan keuangan yang bankable. Dengan demikian akses permodalan perbankan terbuka lebar untuk mereka. Sehingga, mereka bisa mengembangkan bisnis mereka dengan bantuan permodalan perbankan.

Menurutnya, di bekraf ada 16 sektor ekonomi kreatif dan ada tiga subsektor unggulan, disebut K2F, Kuliner Kriya dan Fashion. Kuliner industri ini 41,6 persen dari kontribusi PDB nasional terbesar.

"Fashion penyumbang terbesar kedua 18,15 persen dari total PDB ekraf kontribusi PDB subsektor fashion pada 2015. Kriya, 22,81 persen kontribusi TK sektor kria dari total TK ekraf," jelasnya.

Restog K Kusuma, Direktur Akses Perbankan bilang, kegiatan ini membangung ekraf di Jambi. Guna memahami struktur keuangan agar lebih baik. Untuk memberikan pada pelaku usaha pemahaman tentang pentingnya manajemen keuangan. Sehingga pelaku ekraf bisa mengembangkan usahannya.

Praktisi Keuangan, Ahmad Gozali mengajari pelaku ekraf untuk mengatur keuangan mereka. Ia bilang, keuangan bisnis dan keuangan pribadi harus dipisahkan. Disarankan biaya cadangan bisnis untuk pengembangan bisnis dan biaya cadangan pribadi untuk pengeluaran tak terduga

Perwakilan perbankan konvensional BNI menjelaskan, produk pembiayaan perbankan konvensional dan cara mengaksesnya. Sehingga, pelaku ekonomi memiliki pengetahuan terkait pembiayaan perbankan sebagai alternatif pembiayaan yang bisa mereka dapatkan untuk ekspansi usaha.

Owner Radja Cendol, Danu Sofwan turut menceritakan perjalanan bisnis miliknya. Usaha yang didirikannya sejak 2014 tersebut telah memiliki lebih dari 700 outlet di seluruh Indonesia. Diharapkan pelaku ekonomi memperoleh wawasan cara menghadapi tantangan dalam menjalankan usaha.

Anggota Komisi X DPR RI Sutan Adil Hendra sendiri mengatakan, pelatihan ini satu upaya memberikan pemahaman pentingnya tata kelola keuangan. Sebab, kunci sukses UKM pertama harus memiliki kedisiplinan keuangan. Kedua harus memiliki tim yang berkomitmen dan berkopetensi.

"Jika seluruh UMKM di Jambi yang betul-betul dibina orang yg berkompetensi, dijamin banyak masyarakat yang berlomba menjadi pengusaha. Di era globalisasi ini bekraf menjadi solusi dalam mencari kerja. Begitu sudah membina UKM jalan berikutnya menciptakan lowongan kerja, pentingnya kita memiliki sistem yang mumpuni," pungkasnya.(cfi)

Penulis: fitri
Editor: rahimin
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help