Dari Kaki Bukit untuk Asia Tenggara, Mengenal Puisi Melalui Seminar Sastra Internasional

Malam itu pula, hadirin mendapat persembahan puisi-puisi yang dibacakan dengan lantang dan luar biasa. Di antaranya ...

Dari Kaki Bukit untuk Asia Tenggara, Mengenal Puisi Melalui Seminar Sastra Internasional
Tribun Jambi/Mareza Sutan
Ratusan peserta Temu Penyair Asia Tenggara berkumpul di Mifan Auditorium, Padang Panjang, Sumatera Barat, Kamis (3/4) malam. 

Kamis (3/4) malam, ratusan peserta Temu Penyair Asia Tenggara telah berkumpul di Mifan Auditorium, Padang Panjang, Sumatera Barat. Saat pembukaan berlangsung, ratusan pasang mata mengarah ke panggung, berbagai pertunjukan dimulai.

MALAM itu, pembukaan Temu Penyair Asia Tenggara dihadiri beberapa tokoh.
Padang Panjang, dinginnya menggigilkan kulit. Namun, mereka hangat bercengkerama, atau bercakap-cakap setelah berkenalan.

Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Padang Panjang, Alvi Sena, dalam kesempatan tersebut mengucapkan selamat datang kepada para peserta Temu Penyair Asia Tenggara. Mereka berasal dari enam negara, di antaranya Indonesia, Malaysia, Singapura, Brunei Darussalam, Thailand, dan Timor Leste.

"Semoga puisi-puisi itu menjadi kenangan yang tak dapat dilupakan.  Semoga buhul silaturahim ini kian erat dan lekat, tak lekang di panas dan tak lapuk di hujan," katanya.

Tidak hanya itu, hadir pula Kepala Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI), Mustari Irawan. Dia menyampaikan, penyair punya peran tersendiri dalam meningkatkan intelektual bangsa.

"Penyair adalah intelektual dalam bentuk yang lain," ujarnya.

Malam itu pula, hadirin mendapat persembahan puisi-puisi yang dibacakan dengan lantang dan luar biasa. Di antaranya oleh Sulaiman Juned dan Iyut Fitra, yang sekaligus menjadi kurator buku antologi Epitaf Kota Hujan.

Baca: Kerusuhan di Mako Brimob Berawal dari Razia, Sudah 2 Kali Rusuh, Ada Masalah Apa?

Baca: Beny Syamsu Ancam Rebut Senjata Petugas, 5 Polisi dan 1 Tahanan Tewas di Mako Brimob

Baca: Kondisi Rumah Mewah Dodi Triono Usai Setahun Pembunuhan, Mengapa Belum Laku Dijual?

Benar, selain pertemuan penyair se-Asia Tenggara, acara ini juga sebagai ajang peluncuran buku yang ditulis penyair dari enam negara. Tajuknya, 'Epitaf Kota Hujan'.

Malam itu juga, para hadirin dihibur dengan pertunjukan lain, seperi teater Raung Cipan dari Riau, dan beberapa pembaca puisi lain.

Pagi harinya, para peserta dijemput bus dari penginapan masing-masing. Dingin menyelinap lewat pori-pori. Air di selokan mengalir dari gunung, derasnya sayup-sayup terdengar ketika bertumburan dengan batu-batu.

Halaman
123
Penulis: Mareza
Editor: duanto
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved