Musibah Banjir

Banjir Mulai Surut, Korban Banjir dan Longsor di Sungai Penuh Berharap Bantuan

Hingga Jumat (20/4) banjir bandang di Kota Sungai Penuh dan Kabupaten Kerinci sudah mulai surut. Warga terpaksa tidak bisa bekerja,

Banjir Mulai Surut, Korban Banjir dan Longsor di Sungai Penuh Berharap Bantuan
Tribun Jambi/Hendridede Putra
Rumah yang terkena banjir bandang di Kota Sungai Penuh. 

TRIBUNJAMBI.COM, SUNGAIPENUH - Hingga Jumat (20/4) banjir bandang di Kota Sungai Penuh dan Kabupaten Kerinci sudah mulai surut. Warga terpaksa tidak bisa bekerja, karena membersihkan halaman rumah yang masih ada bekas lumpur.

Demikian juga dengan korban banjir dan longsor yang rumahnya tertimbun, belum mendapat bantuan dari pemerintah daerah. Tim BPBD lewat TRC hanya memberikan pertolongan saat kejadian banjir dan longsor. Namun untuk bantuan belum diberikan. Sementara warga yang mendapat bencana tersebut beharap ada bantuan dari masyarakat.

Baca: GALERI FOTO: Alam Jangkat Nan Eksotis. Dari Air Terjun, Danau Biru Hingga Hamparan Sawah. . .

"Belum ada bantuan yang diberikan ke masyarakat. Memang  saat ini banjir mulai surut. Tapi yang rumahnya ambruk butuh bantuan," ungkap warga di Kecamatan Pesisir Bukit, Jumat (20/4).

Warga meminta Pemkot turun menngecek dan mendata pasti kerugian yang diakibatkan bencana. Sehingga ada bantuan yang sampai ke korban yang rumahnya terkena banjir maupun ambruk karena longsor. "Iya kita berharap ada bantuan cepat dari Pemkot. Seperti di Koto Renah itu rumah sudah roboh," kata warga.

Terkait data pasti jumlah rumah yang terkena dampak longsor dan banjir bandang belum didata oleh BPBD Sungai Penuh. Kepala BPBD Sungai Penuh Paunal saat dihubungi via ponsel tak mengangkatnya. Demikian juga di SMS belum ada balasan.

Data sementara dari anggota TRC Sungai Penuh di desa Pelayang Raya sebanyak 34 unit dengan jumlah KK 34 dan jiwa 153. Sedangkan banjir bandang di Desa Koto Tinggi 43 unit rumah dengan KK 43 dan jiwa 130 orang.

Baca: Disperindag Tanjabtim Akan Bangun Rumah Industri di Desa Lambur Satu

Baca: Desa Terisolir di Tanjabtim Dapat Dana Desa Lebih Besar

Selain itu di jalan Sri Sudewi Sungai Akar, Pelayang Raya ada puluhan rumah warga termasuk Kantor Panwaslu Sungai Bungkal masih terendam air disertai lumpur.

Halaman
12
Penulis: hendri dede
Editor: fifi
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help