Setelah Madel dan Joko Susilo, Kejati Periksa Empat Pejabat Sarolangun

Pascaditetapkannya mantan Bupati Sarolangun, Madel dan mantan Kadis Tanaman Pangan Holtikultura dan Perkebunan

Setelah Madel dan Joko Susilo, Kejati Periksa Empat Pejabat Sarolangun
Tribun Jambi/Dedy Nurdin
Penyidik Kejaksaan Tinggi Jambi akhirnya menetapkan M Madel, mantan Bupati Sarolangun, sebagai tersangka kasus pembangunan perumahan PNS di Kabupaten Sarolangun 2005. Pemeriksaan berlangsung Senin (16/4). 

Laporan Wartawan Tribun Jambi Teguh Suprayitno

TRIBUNJAMBI.COM, SAROLANGUN - Pascaditetapkannya mantan Bupati Sarolangun, Madel dan mantan Kadis Tanaman Pangan Holtikultura dan Perkebunan, Sarolangun, Joko Susilo sebagai tersangka kasus korupsi perumahan PNS Sarolangun, pihak Kejati kembali memeriksa empat pejabat Sarolangun sebagai saksi.

Dari pagi, empat pejabat yakni Iskandar staf ahli Bupati, Emalia Sari Kepala BPKAD, Edwar mantan Kabag Ekonomi Setda Pemkab Sarolangun dan M Syahran mantan Kabid Aset BPKAD, diperiksa timsus penyidik Kejati Jambi, di Kejaksaan Negeri Sarolangun, Rabu (18/4).

Terlihat Emalia Sari dan M Syahran terlebih dahulu diperiksa, sekitar pukul 11.30 WIB mereka meninggalkan Kejari Sarolangun dan menaiki mobil Nopol BH 263 SZ.

Sementara itu, sekitar pukul 10.15 WIB Edwar mendatangi Kejari dengan menggunakan mobil Hilux berwarna hitam, selanjutnya Iskandar mendatangi Kejari sekitar pukul 10.15 WIB.

M Syahran pascadiperiksa penyidik, mengakui ia dimintai keterangan sebagai saksi untuk tersangka M Madel dan Joko Susilo.

"Saya dimintai keterangan karena kapasitas saya pada tahun 2013 dan 2014 sebagai Kabid Aset di BPKAD Sarolangun," pungkasnya.

Jelang salat Zuhur, Iskandar keluar. Ia mengaku dicecar 15 pertanyaan terkait aset daerah, sesuai kapasitasnya sebagai Kepala Dinas Pengeloaan Keuangan dan Aset Daerah.

Ia mengatakan bahwa pertanyaan yang diajukan bukan terkait soal koperasi yang dipimpin Joko Susilo, melainkan soal penyalahgunaan aset daerah, berupa tanah seluas sekitar 24 hektare yang digunakan untuk pembangunan 600 unit rumah PNS Sarolangun.

"Berawal dari temuan BPK, dengan kerugian Rp 12 miliar, temuan laporan keuangan 2013, diperiksa tahun 2014," katanya.

Iskandar mengaku akan bersikap kooperatif untuk mengungkap kasus dugaan korupsi yang merugikan keuangan negara yang diperkirakan lebih dari Rp 12 miliar lebih itu." Kapan pun dipanggil saya siap, " ujarnya.

Sementara, Edwar yang sempat keluar tak lama dari Iskandar, terlihat kembali ke Kejari Sarolangun. (*)

Tags
Madel
Penulis: Teguh Suprayitno
Editor: nani
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved