Sidang Suap Ketok Palu

VIDEO: Erwan Malik Kecewa Dengan KPK, Abaikan Pengajuan JC

Erwan Malik mengaku kecewa dengan kebijakan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang mengabaikan

Laporan Wartawan Tribun Jambi, Dedy Nurdin

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Erwan Malik mengaku kecewa dengan kebijakan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang mengabaikan pengajuan Justice Collaborator yang pernah dilayangkannya.

Ini disampaikan Erwan Malik saat menyampaikan nota pembelaan yang dibacakan dirinya di hadapan majelis hakim yang diketuai Badrun Zaini pada persidangan Senin (16/4/2018).

Menurut Erwan inisatif untuk mengajukan JC ini muncul saat dirinya ditahan oleh KPK di Jakarta setelah kasus OTT Suap Ketok Palu pengesahan RAPBD Provinsi Jambi Tahun 2018.

Erwan mengatakan saat dirinya diperiksa sebagai tersangka sempat mendapat tawaran untuk menjadi JC dalam kasus suap massif yang menjerat dirinya selaku Plt Sekretaris Daerah Provinsi Jambi.

"Pada saat ditahan saya sempat dua kali mengajukan JC setelah adanya tawaran KPK dan itu diketahui kuasa hukum saya," katanya di muka sidang.

Namun hingga hari ini, kejelasan tentang pengajuannya tak juga ada kabar.

Padahal menurut Erwan dirinya bukanlah pelaku utama dan sudah menyatakan bersedia membongkar kasus suap masif senilai lima miliar Rupiah tersebut.

"Saya pernah mendapat penawaran untuk bersaksi bohong tapi saya tidak mau dan menyatakan komitmen akan mengatakan apa adanya kepada penyidik," kata Erwan.

"Ini saya lakukan agar supaya kasus ini menjadi terang dan Jambi ke depan menjadi lebih baik. Kejadian serupa tidak terulang lagi nantinya," sambung Erwan malik.

Erwan juga menyampaikan jika dirinya siap memberikan kesaksian apapun terkait persoalan suap di pengesahan RAPBD Tahun 2018.

Sebelum menutup penyampaian pembelaannya ia juga memohon kepada majelis hakim untuk keringanan hukuman mengingat dirinya masih memiliki tanggungan keluarga.

Seperti diketehui dalam persidangan sebelumnya Erwan Malik di tuntut dua tahun enam bulan penjara oleh Jaksa Penuntut KPK. (Dnu)

Penulis: Dedy Nurdin
Editor: nani
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved