TribunJambi/

Wow, Inilah Hasil Survei Median, Jika Prabowo Dipasangkan Jokowi

Populasi survei ini adalah seluruh warga Indonesia yang memiliki hak pilih. Sampelnya sebanyak 1200 responden.

Wow, Inilah Hasil Survei Median, Jika Prabowo Dipasangkan Jokowi
Presiden Republik Indonesia terpilih Joko Widodo mengunjungi Ketua Umum Partai Gerindra yang juga mantan pesaingnya dalam Pilpres lalu, Prabowo Subianto, di Jalan Kertanegara, Jakarta Selatan, Jumat (17/10/2014). Dalam pertemuan tersebut Jokowi bersilaturahmi dan mengundang Prabowo untuk menghadiri pelantikan Presiden Seni 20 Oktober mendatang.(TRIBUNNEWS / DANY PERMANA) 

Direktur Riset Median Sudarto mengatakan, mayoritas pemilih Prabowo memang sejak awal tidak cocok dengan Jokowi. Oleh karena itu, mayoritas dari mereka tidak sepakat apabila Prabowo menjadi cawapres Jokowi.

"Agak susah menyatukan Jokowi dan Prabowo, seperti minyak dan air," kata Sudarto.

Oleh karena itu, wacana menduetkan Jokowi-Prabowo yang saat ini berhembus, ia nilai sulit untuk terwujud. Sebab, sudah terjadi polarisasi pemilih kedua tokoh itu sejak pilpres 2014 lalu.

"Masing-masing punya konstituen yang tidak suka satu sama lain," ujarnya.

Populasi survei ini adalah seluruh warga Indonesia yang memiliki hak pilih.  Sampelnya sebanyak 1200 responden. Margin of error survei ini adalah plus minus 2,9 persen dengan tingkat kepercayaan 95 persen. Artinya, ada peluang angka survei meleset lebih besar atau kecil sampai 2,9 persen.

Sampel dipilih secara random dengan teknik multisatge random sampling dan proporsional atas populasi provinsi dan gender. Sudarto menegaskan survei dibiayai secara mandiri. (Ihsanuddin)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Survei Median: Prabowo Ditinggal Pendukungnya jika Berpasangan dengan Jokowi"

Baca: Pergoki Suami Berdua Dengan Cewek Lain di Mobil Pelat Merah, Perempuan Ini Tersungkur

Baca: Legenda Baru MotoGP akan Muncul di MotoGP Amerika, Siapa Dia?

Baca: Ingat! Besok Dukcapil Muarojambi Buka Rekam Data e-KTP di Depan Kantor Gubernur Jambi

Editor: duanto
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help