Pertamina Beri Alat dan Pelatihan Batik Tulis Bagi Warga Binaan Lapas Perempuan Muaro Bulian

Pertamina EP Asset 1 Field Jambi memberikan perlengkapan batik tulis kepada Lapas Perempuan Klas 2B

Pertamina Beri Alat dan Pelatihan Batik Tulis Bagi Warga Binaan Lapas Perempuan Muaro Bulian
tribunjambi/leonardus yoga wijanarko
Pertamina EP Asset 1 Field Jambi memberikan perlengkapan batik tulis kepada Lapas Perempuan Klas 2B Muaro Bulian, Senin (16/4). Hal ini menjadi bagian dari CSR. 

Laporan Wartawan Tribun Jambi, Leonardus Yoga Wijanarko

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Pertamina EP Asset 1 Field Jambi memberikan perlengkapan batik tulis kepada Lapas Perempuan Klas 2B Muaro Bulian, Senin (16/4). Hal ini menjadi bagian dari CSR.

Pantauan Tribun, perlemgkapan batik tulis dan pewarnaan alami yang disediakan Pertamina ada canting, pewarna alami, tempat untuk pewarnaan, kompor mini listrik, serta ada pula kayu untuk menempatkan kain yang akan dibatik.

Pertamina EP Asset 1 Field Jambi memberikan perlengkapan batik tulis kepada Lapas Perempuan Klas 2B Muaro Bulian, Senin (16/4). Hal ini menjadi bagian dari CSR.
Pertamina EP Asset 1 Field Jambi memberikan perlengkapan batik tulis kepada Lapas Perempuan Klas 2B Muaro Bulian, Senin (16/4). Hal ini menjadi bagian dari CSR. (tribunjambi/leonardus yoga wijanarko)

Warga binaan di sini terlihat antusias mengikuti pelatihan ini. Terlihat Ida Marianti selaku pembina batik tulis dari Disperindag Provinsi Jambi sedang menjelaskan proses pembuatan batik tulis.

Awalnya warga binaan diberikan pelatihan tentang pola yang akan dibuat di kertas. Kemudian kain sudah disediakan diukur, setelah itu di bawah kain tersebut diletakkan pola yang sudah dibuat.

Pertamina EP Asset 1 Field Jambi memberikan perlengkapan batik tulis kepada Lapas Perempuan Klas 2B Muaro Bulian, Senin (16/4). Hal ini menjadi bagian dari CSR.
Pertamina EP Asset 1 Field Jambi memberikan perlengkapan batik tulis kepada Lapas Perempuan Klas 2B Muaro Bulian, Senin (16/4). Hal ini menjadi bagian dari CSR. (tribunjambi/leonardus yoga wijanarko)

Lalu di atas kain dengan menggunakan pensil, dibuat pola dari hasil yang dibuat di kertas.

Ia menjelaskan untuk membuat motif sesuai keinginan dan memberi nama motif tersebut.

"Membuat motif juga harus tau makna dari motif yang dibuat," jelasnya.

Setelah itu, barulah dari pola yang telah dibuat tersebut, ditulis menggunakan canting dan cairan malam yang sudah dipanaskan di panci kecil. (*)

Penulis: Leonardus Yoga Wijanarko
Editor: nani
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help