TribunJambi/

Penerjun Wanita Prajurit TNI AL Ini akan Unjuk Kebolehan di Kuala Tungkal

TRIBUNJAMBI.COM, KUALA TUNGKAL - Pemerintah Kabupaten Tanjab Barat bersama TNI angkatan laut (AL) akan

Penerjun Wanita Prajurit TNI AL Ini akan Unjuk Kebolehan di Kuala Tungkal
facebook cctvnews
terjun payung 

TRIBUNJAMBI.COM, KUALA TUNGKAL - Pemerintah Kabupaten Tanjab Barat bersama TNI angkatan laut (AL) akan melakukan kegiatan penanggulangan dan penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla). Rangkaian acara juga diisi atraksi terjun payung 15 prajurit marinir di mana satu di antaranya penerjun wanita.

Letkol Laut (PM) Fahmi, S.Pd mengatakan rangkaian kegiatan penanggulangan Karhutla di Tanjab Barat ini akan dihelat berupa Loka Karya Seminar Sosialisasi dan Simulasi Pelatihan Masyarakat Maritim Penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan (gambut). Kegiatan mulai pada Senin 16-20 April 2018.

"Kegiatan seminar dan sosialisasi difokuskan di Gedung Balai Pertemuan Kamis (19/4). Sedangkan simulasi latihan penanggulangan karhutla dipusatkan di Buper Desa Muntialo Kecamatan Betara," terangnya kepada Tribun, Minggu (15/4).

Ia menambahkan, dalam rangkaian giat ini pula dilakukan atraksi terjun payung oleh 15 personel Marinir Angkatan Laut (AL) dipusatkan di Lapangan Persitaj Kuala Tungkal pada Rabu-Kamis tanggal 18-19 April 2018 sekitar pukul 08.00 hingga 08.30 WIB.

Para penerjun diterbangkan dari Bandara Sulthan Thaha Syaifuddin Jambi dan dilepas di udara tepat titik lokasi Stadion Bakti Karya Persitaj, pesawat kembali ke Jambi tidak ikut lending di Tanjab Barat. "Kita berharap seluruh rangkaian kegiatan besar ini berjalan sesuai rencana," harapnya.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tanjab Barat H Ambok Tuo melalui Kalaksa BPBD, H Kosasih menyampaikan Tim dari Marinir AL sudah menentukan cek poin pendaratan dan memilih Stadion Bakti Karya kebanggaan masyarakat Tanjab Barat sebagai titik landing terjun payung.

"Mereka Insya Allah akan tampil di Stadio Bakti Karya Persitaj. Hebat dan uniknya nanti diantara 15 orang itu ada satu orang penerjun prajurit TNI AL wanita," kata Kosasih.

Ditambahkannya, jika cuaca mendukung, penerjun akan dilepas dari ketinggian 6000 kaki, penerjun atraksi dengan mengibarkan bendera lambang Provinsi Jambi serta bendera stop kebakaran hutan dan lahan. "Semoga saja nanti cuaca mendukung sehingga atraksi tersebut dapat berjalan dengan lancar", imbuhnya.

Kemudian lanjut Kosasih, ia meminta panitia pelaksana untuk menjaga keamanan dalam pendaratan terjun payung ini. Baik masyarakat maupun kendaraan tidak ada yang boleh mendekati lokasi sesuai yang ditentukan.
"Masyarakat dibolehkan menyaksikan atraksi terjun payung ini dengan tidak melewati atas atau ring yang telah ditentukan petugas,"katanya. (Dun)

Editor: ridwan
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help