Sidang Suap Ketok Palu

Penasehat Hukum Erwan Malik Sebut Perintah Zola Jelas

Penasehat Hukum Erwan Malik menilai upaya hukum yang dilakukan untuk kliennya sudah maksimal

Penasehat Hukum Erwan Malik Sebut Perintah Zola Jelas
tribunjambi/dedy nurdin
Erwan Malik di persidangan pembacaan pledoi 

Laporan Wartawan Tribun Jambi, Dedy Nurdin

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Penasehat Hukum Erwan Malik menilai upaya hukum yang dilakukan untuk kliennya sudah maksimal. Tinggal lagi menunggu keputusan majelis hakim.

Seperti disampaikan Adhi R Faiz, Penasehat hukum Erwan Malik, yang mengatakan secara unsur pembuktian di persidangan harusnya dapat meringankan kliennya.

"Tadi kita sudah tunjukkan yang memiliki kepentingan bukan Erwan Malik atas dapat disetujuinya raperda APBD," kata Adhi.

Ia juga mengatakan kalau kliennya tidak memiliki wewenang untuk menentukan pemberian uang ketok palu apalagi perintah ke sana.

Mengingat secara hukum status Erwan yang hanya sebagai Plt.

Ia juga mengatakan dari sisi raperda RAPBD tidak ada bukti menunjukkan tidak wajar atau melawan hukum.

Dalam konteks uang ketok palu yang diinginkan DPRD Provinsi Jambi, harusnya menjalankan kewajiban menjalankan sidang paripurna.

Degan alasan pembahasan sudah berjalan mulai dari komisi sampai banggar dan tidak ada alasan ini tidak dapat dilaksanakan.

"Saya kira mestinya KPK harus melihat secara keseluruhan. Katakanlah tetap diyakini pasal 5 ayat (1) huruf a bersama-sama harunya ya semua," katanya.

Ia juga meyakini jika Gubernur Jambi lah yang semestinya bertanggung Jawab atas kasus suap ketok palu di DPRD Provinsi Jambi.

Terlebih adanya rekaman hasil penyadapan KPK antara kliennya dengan Gubernur Jambi mengenai perintah berbunyi "Ya, Coba, Coba, Coba" yang pernah diputar dalam persidangan.

"Saya kira tidak bisa mengartikan selain nada perintah. Saya tidak tau bisa diartikan ke yang lain," kata Adhi.

"Kepentingan Gubernur terpilih memang memastikan anggarannya terpenuhi," pungkasnya. (Dnu)

Penulis: Dedy Nurdin
Editor: nani
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved