Kisah Api Abadi Olimpiade Yunani yang Konon Cerita 'Dicuri dari Dewa'

Ketika pembukaan sebuah pentas olahraga terbesar yang mempertemukan atlet dari cabang olahraga dan negara, yang bertajuk Olimpiade.

Kisah Api Abadi Olimpiade Yunani yang Konon Cerita 'Dicuri dari Dewa'
Aktris Yunani Katerina Lechou (kanan) memainkan peran sebagai Pendeta Agung dengan menyalakan obor dalam upacara tradisional Penyalaan Api untuk Olimpiade Musim Dingin Pyeongchang 2018, di Kuil Hera, Kota Olympia, Yunani, Selasa (24/10/2017). Obor Olimpiade ini akan tiba di Korea Selatan pada 1 November mendatang dan akan dibawa keliling dalam estafet yang akan berakhir 100 hari kemudian, bertepatan dengan upacara pembukaan di Pyeongchang, 9 Februari 2018. 

TRIBUNJAMBI.COM - Ketika pembukaan sebuah pentas olahraga terbesar yang mempertemukan atlet dari cabang olahraga dan negara, yang bertajuk Olimpiade.

Ada sebuah tradisi unik dimana sebuah upacara pembukaan yang menggunakan api yang dibawa oleh seorang pelari dengan tongkat dan diserahkan dengan cara estafet.

Jika digambarkan demikian mungkin sudah bisa dibayangkan, dan orang-orang tentu sudah paham dengan apa namanya api Olimpiade yang dimaksud.

Nah, meski api tersebut sepertinya hanyalah sebuah tradisi namun dibaliknya ada kisah yang jarang diketahui oleh sebagian besar orang.

Menilik dari asal muasal api ini ternyata api ini terlahir dari keyakinan orang Yunani Kuno, dimana keyakinan mitologi tentang dewa-dewi di Yunani memang sangat kuat.

Kabarnya api tersebut terlahir dari sebuah kuil yang dibangun Yunani Kuno, dan api tersebut untuk menghormati Dewi Hera.

Inilah tonggak dan asal muasal pertandingan olimpiade kuno dilakukan dan terletak di sebuah tempat suci bernama Olimpia di Yunani.

Lalu darimankah aspi tersebut memang tak banyak yang tahu, namun menurut keyakinan dan legenda dalam mitologi Yunani, api tersebut berasal dari Promoteus yang mencuri api tersebut dari Dewa Zeus.

Baca: Tipe Wanita Idaman Pria Dalam Teropong 12 Zodiak, Kamukah Satu Diantaranya

Api tersebut lalu digunakan untuk pembukaan pada olimpiade pertama kali dan kemudian dipopulerkan kambali pada Olimpiade tahun 1928.

Halaman
12
Editor: ekoprasetyo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved