Intip Koleksi 7.000 Mobil Mewah dan Istana Sultan Brunei Yuk, Nggak Usah Pake Ngiler!

Tapi jangan salah, negara mungil ini memiliki Indeks Pembangunan Manusia tertinggi kedua di Asia Tenggara setelah Singapura,

Intip Koleksi 7.000 Mobil Mewah dan Istana Sultan Brunei Yuk, Nggak Usah Pake Ngiler!
Sultan Hassanal Bolkiah 

'Negara Shellfare'

Pada tahun 1984, setelah hampir 100 tahun sebagai protektorat Inggris, Brunei memperoleh kemerdekaan.

Sultan adalah keturunan dari garis kerajaan berusia berabad-abad, dikelola oleh perkawinan silang di antara sepupu.

Brunei kira-kira seukuran Delaware, dengan populasi 415.000, dan pemerintah menyediakan pendidikan gratis, perawatan kesehatan, pensiun dan pinjaman berbunga rendah untuk pembelian rumah dan mobil.

Minyak adalah sumber dari semua kekayaan, dan ketika Shell mulai memompa pada tahun 1970an, Brunei segera dikenal sebagai "negara Shellfare."

Pada tahun 2012, majalah Forbes menempatkan Brunei sebagai negara terkaya kelima di dunia. Namun ada sedikit kesenangan yang bisa didapat: Alkohol dilarang dan hampir tidak ada kehidupan malam atau budaya.

Mendapat Kemerdekaan

Brunei merdeka dari Inggris di masa Sultan Hassanal

Pada 1846, perdagangan Brunei mulai banyak dipengaruhi Inggris, dan pada 1888, negara tersebut resmi menjadi negara jajahan Inggris.

Brunei terus terikat kolonial Inggris hingga 1959 sampai akhirnya konstitusi pemerintahan Brunei diambilalih ayah Hassanal, Sir Omar.

Pada 1962, sejumlah rakyat dan anggota legislatif bekerja sama memberontak dan bermaksud menurunkan Sir Omar dari jabatannya.

Namun dengan bantuan tentara Inggris, pemberontakan tersebut dapat diatasi.

Baca: Suami Larang Istri Pakai Bikini Seksi, Rekomendasi Netizen Bikin Ngakak So Hard, Tebak Model Apa?

Pola pemerintahannya yang mutlak diturunkan pada sang anak, Sultan Hassanal.

Pada 1979, Hassanal berhasil membuat perjanjian kerjasama dan persahabatan dengan Inggris.

Akhirnya pada 1 Januari 1984, Inggris melepaskan Brunei dan negara tersebut pun merdeka.

Meski demikian timbul berbagai kontroversi mengingat hubungan kedua negaranya tetap baik.

Setelah merdeka dari Inggris, Sultan Hassanal mulai menciptakan birokrasi sendiri, mengganti para ekspatriat Inggris dengan warga Brunei.

Dia pun memberantas korupsi.

Mengingat pola pemerintahan kerajaan Brunei Darussalam adalah monarki absolut, Sultan Hassanal menjabat sebagai kepala negara dan kepala pemerintahan.

Tak hanya itu, dia juga merangkap sebagai perdana Menteri dan menteri pertahanan dan keuangan. Sultan Hassanal dibantu dewan penasihat kesultanan dan beberapa menteri lainnya.

Artikel ini telah tayang di tribunmanado.co.id dengan judul Punya 7.000 Mobil Mewah, Istana dengan 1.788 Kamar, Intip Kemewahan Hidup Sultan Hassanal, 

Editor: suci
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help