TribunJambi/

Informasi BI: Perusahaan Manfaatkan Pembiayaan Perbankan Untuk Modal Kerja

"Sementara itu, kredit investasi lebih lemah akibat tidak adanya rencana dunia usaha untuk melakukan investasi yang cukup besar"

Informasi BI: Perusahaan Manfaatkan Pembiayaan Perbankan Untuk Modal Kerja
tribunjambi/fitri amalia
Bayu Martanto, Kepala Bank Indonesia Provinsi Jambi 

Kredit korporasi yang disalurkan di provinsi Jambi pada triwulan IV -2017 tercatat sebesar Rp 11,25 triliun atau tumbuh sebesar 0,86 persen (yoy) lebih baik dibandingkan triwulan III-2017 yang berkontraksi sebesar Rp 6,85 persen (yoy). Pertumbuhan kredit korporasi terpentau terus mengalami perbaikan setelah mengalami kontraksi paling dalam di triwulan III 2016 .

Dari pengamatan pertumbuhan yang positif dalam penyaluran kredit korporasi didorong oleh membaiknya kegiatan usaha optimisme akan kinerja perekonomian domestik yang terus membaik dan kemudahan dalam mengakses biaya.

“Disisi lain suku bunga tertimbang rata-rata untuk nasabah korporasi terpantau mengalami penurunan dari sekitar 10,31% pada triwulan III 2017 menjadi sekitar 10,02%, seiring berjalannya transmisi pelanggaran kebijakan moneter yang dilakukan oleh Bank Indonesia,” jelasnya.

Berdasarkan pangsanya, kredit korporasi triwulan IV 2017 masih didominasi oleh empat sektor utama yaitu sektor pertanian 36,0 %, perdagangan besar dan eceran 18,5%, sektor industri pengolahan 18,1%, dan sektor pertambangan 7,9% . berdasarkan jenis penggunaan pada triwulan IV 2017 kredit investasi tercatat sebesar Rp 5,76 triliun dengan pangsa sebesar 51,47% dan kredit modal kerja sebesar Rp 5,45 triliun dengan pangsa sebesar 48,53%.

Pertumbuhan kredit modal kerja mengalami perbaikan dari kontraksi sebesar 96 , 76 persen di triwulan III 2017 menjadi tumbuh sebesar 14,80% di triwulan IV 2017. sedangkan kredit investasi mengalami kontraksi yang semakin dalam dari sebesar 7,0 1% pada triwulan III 2017 menjadi sebesar 8,34% pada triwulan IV 2017.

“Kredit modal kerja didorong oleh meningkatnya kebutuhan dana oleh korporasi untuk menunjang kegiatan operasional sejalan dengan cukup stabilnya permintaan serta memanfaatkan momentum perbaikan harga komoditas. sementara kredit investasi lebih lemah akibat tidak adanya rencana dunia usaha untuk melakukan investasi yang cukup besar,” katanya.

Sejalan dengan peningkatan penyaluran kredit kualitas kredit untuk debitur korporasi juga terpantau membaik hal tersebut terlihat dari rasio NPL korporasi yang menurun dari sebesar 2,15%( gross) pada triwulan III 2017 menjadi sebesar 1,25% (gross) pada triwulan laporan. Penurunan NPL disebabkan oleh peningkatan intensitas penagihan serta berbagai upaya restrukturisasi kredit untuk menekan kredit bermasalah oleh perbankan.

Perbaikan pada rasio NPL terjadi hampir di seluruh sektor dengan sektor industri mengalami penurunan rasio NPL terbesar dari sebesar 1,97% di trowulan III 2017 menjadi 0,83% didorong oleh menurutnya NPL pada sub sektor industri minyak mentah minyak makan dari nabati dan hewani .

“secara umum rasio NPL dari empat sektor utama yang mendominasi kredit korporasi terdekat masih di bawah 5% sehingga resiko kredit korporasi masih cukup terjaga."

Meskipun secara total kredit korporasi dijamin mengalami penurunan , namun secara sektoral NPL sektor pertambangan terpantau mengalami sektor masih dalam level yang aman. NPL sektor pertambangan terpantau sedikit meningkat pada triwulan IV 2017 sebesar 1,18% peningkatan NPL di sektor pertambangan diakibatkan oleh meningkatnya NPL pada sub sektor pertambangan minyak dan gas bumi.

Baca: Selain Operasi Plastik, Terdapat 6 Tren Cantik yang Bikin Kita Garuk-garuk Kepala, Berminat?

Baca: Pergoki Suami Berdua Dengan Cewek Lain di Mobil Pelat Merah, Perempuan Ini Tersungkur

Baca: Intip Foto Lama Jokowi dan Prabowo Naik Kuda Berdua, Peristiwa di Hambalang

Penulis: fitri
Editor: duanto
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help