TribunJambi/

FOTO: Tiga Siswa Tak Ikut USBN di Kota Jambi

Sebanyak 11.377 siswa SMP/MTS mengikuti USBN pada Senin, (16/4). Sejauh ini, belum ada kendala

FOTO: Tiga Siswa Tak Ikut USBN di Kota Jambi
tribunjambi/rohmayana
Sebanyak 11.377 siswa SMP/MTS mengikuti USBN pada Senin, (16/4). 

Laporan Wartawan Tribun Jambi, Rohmayana

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Sebanyak 11.377 siswa SMP/MTS mengikuti USBN pada Senin, (16/4).

Sejauh ini, Disdik Kota Jambi belum menemui kendala saat Hari pertama USBN siswa SMP/MTS se kota Jambi.

Sebanyak 11.377 siswa SMP/MTS mengikuti USBN pada Senin, (16/4).
Sebanyak 11.377 siswa SMP/MTS mengikuti USBN pada Senin, (16/4). (tribunjambi/rohmayana)

Hal ini disampaikan Kepala Bidang Pendidikan SMP Disdik Kota Jambi Arianto bahwa total peserta yang seharusnya mengikuti USBN sebanyak 11.380 siswa.

Namun tiga siswa berhalangan hadir dikarenakan sakit.

"Tiga siswa tersebut berasal dari dua siswa SMPN 24 Kota Jambi, dan satu siswa SMPN 25 Kota Jambi. Untuk siswa SMPN 25 ini sudah ada upaya penjemputan ke rumahnya, namun siswa ini tidak ada di rumah, begitu juga dengan orang tuanya. Sedangkan dua siswa lagi ketika dilihat, memang benar-benar sedang sakit," jelas Arianto.

Menurutnya untuk tiga siswa yang tidak bisa mengikuti USBN akan kembali mengikuti USBN setelah UNBK Yakni pada Senin (30/4).

Ia menyebutkan bahwa saat ini siswa sudah menggunakan komputer saat USBN namun soal yang dikerjakan tidak online.

Hanya saja seperti siswa sedang latihan untuk mengerjakan soal saat UNBK pekan depan.

"Kita berharap semua siswa ini bisa lulus baik pada saat USBN dan UNBK," katanya.

Sementara itu, menurut Abdullah Taif Ketua Komisi IV DPRD Kota Jambi menyebutkan bahwa pihaknya belum sempat meninjau pelaksanaan USBN, karena saat ini DPRD kota Jambi sedang giat melaksanakan Pansus.

Namun dirinya menyebutkan tetap akan melihat proses USBN. Ia juga menyebutkan bahwa saat ini banyak orangtua siswa yang melapor adanya pungutan di beberapa sekolah.

"Seperti pungutan uang les, uang perpisahan dan uang LKS. Padahal itu tidak boleh dilakukan baik oleh kepala sekolah maupun oleh guru. Baik itu sudah persetujuan dengan komite ataupun belum," katanya.

Kecuali jika untuk keperluan sekolah seperti kebutuhan sekolah yang mendesak. Contohnya perbaikan WC karena anggaran dari Pemerintah belum turun, pembelian komputer dan lainnya. (*)

Tags
USBN
Penulis: Rohmayana
Editor: nani
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help