TribunJambi/
Home »

News

» Jakarta

Duet Jokowi-Prabowo, Mungkinkah Terjadi?

Kabar bahwa Presiden Joko Widodo menawarkan posisi cawapres kepada Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto semakin kencang berembus.

Duet Jokowi-Prabowo, Mungkinkah Terjadi?
Presiden Joko Widodo saat bertemu Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto di Hambalang, Bogor, Senin (31/10/2016) 

TRIBUNJAMBI.COM, JAKARTA — Kabar bahwa Presiden Joko Widodo menawarkan posisi cawapres kepada Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto semakin kencang berembus.

Apalagi, Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Romahurmuziy mengeluarkan sejumlah pernyataan yang membenarkan tawaran itu.

Di sela Musyawarah Nasional (Munas) Alim Ulama PPP, Romi, sapaan Romahurmuziy, pekan lalu, tanpa ditanya membeberkan upaya Jokowi "mendekati" Prabowo sejak November 2017.

Baca: Polemik Partai Setan dan Partai Allah, Bisa Meningkatkan Radikalisme di Akar Rumput

Romi mengatakan, Jokowi telah dua kali bertemu Prabowo pada November 2017 untuk menjajaki posisi cawapres.

Menurut Romi, Prabowo mengapresiasi tawaran tersebut. Bahkan, Prabowo merespons positif tawaran tersebut dengan mengirimkan utusannya dua pekan lalu untuk menanyakan kepastian kepada Jokowi.

Namun, lanjut Romi, saat itu belum ada persetujuan dari lima ketua umum parpol pengusung Jokowi di Pilpres 2019. Romi mengaku setuju dengan pilihan Jokowi itu.

Sementara itu, ketua umum parpol lain belum memberikan kepastian. Romi mengatakan, alasan Jokowi menggandeng Prabowo sebagai cawapres untuk meminimalkan konflik saat Pemilu 2019.

Dengan penyelenggaraan pemilu legislatif dan pilpres yang serentak, potensi konflik saat kampanye dikhawatirkan semakin besar. Hal itu berpotensi semakin menajamkan gesekan antara Jokowi dan Prabowo.

Baca: Wanita Ini Tewas Ditendang Suaminya, Hanya Karena Menolak Diajak Berhubungan Seks

Halaman
123
Editor: suci
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help