Pelaku Perkawinan Campuran Indonesia 'Curhat', Ternyata Ini Deretan Masalah Yang Muncul

Dari informasi yang diterima Tribun Bali, saat ini anggota PerCa sudah mencapai 1.200 orang di seluruh Indonesia dan 400 orang di Bali.

Pelaku Perkawinan Campuran Indonesia 'Curhat', Ternyata Ini Deretan Masalah Yang Muncul
Sejumlah peserta Roadshow Diskusi dan Konsultasi tentang Warisan dan Surat Wasiat untuk Keluarga Perkawinan Campuran yang diadakan PerCa Indonesia di Kuta, Badung, Sabtu (14/42018). TRIBUN BALI/BUSRAH ARANS 

TRIBUNJAMBI.COM, DENPASAR - Perkumpulan masyarakat Perkawinan Campuran Indonesia (PerCa Indonesia) Bali menggelar rangkaian kegiatan tahunan di Kuta, Badung, Sabtu (14/4/2018).

Adalah Roadshow Diskusi dan Konsultasi tentang Warisan dan Surat Wasiat untuk Keluarga Perkawinan Campuran.

Baca: Katy Perry Dapat 3X Pelukan Cowok Surabaya Ini, Jefri Memang Beruntung di Antara Ribuan Orang

Baca: Kronologi Bentrok di Solo, 1 Orang Suporter Bonek Tewas, Saling Lempar Batu

Diskusi kemarin menghadirkan nara sumber Dewan Pengawas PerCa Pusat Jakarta Rulita Anggraini dan Notaris Elizabeth Karina Leonita.

Koordinator PerCa Bali Ni Putu Marina Eka mengungkapkan, ada beberapa masalah yang dihadapi keluarga perkawinan campuran antara Warga Negara Asing (WNA) dan Warga Negara Indonesia (WNI).

Dari informasi yang diterima Tribun Bali, saat ini anggota PerCa sudah mencapai 1.200 orang di seluruh Indonesia dan 400 orang di Bali.

"Iya banyak, yang sering izin tinggal, izin kerja. Misalkan WNA yang bekerja harus disponsori perusahaan yang memiliki badan hukum. Dan lainnya adalah soal catatan sipil atau pencatatan," kata Ni Putu Marina Eka.

"Kalau seorang suami tinggal di Indonesia bisa disponsori istrinya untuk mendapatkan izin tinggal. Dengan begitu WNA bisa tinggal atas legitimasi (sponsor istri)," tambahnya.

Jadi, menurutnya untuk suami WNA atau anak dewasa WNA yang ingin tinggal di Indonesia, bisa menggunakan sponsor istri atau ibu WNI untuk mengurus Izin Tinggal Sementara (ITAS) atau Izin Tinggal Tetap (ITAP) berdasarkan Undang-undang (UU) Keimigrasian No 6/2011.

Halaman
123
Editor: duanto
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved