TribunJambi/

Senin ini, Facebook Akan Berbagi Tautan Soal Kebocoran Data Pengguna

Mulai Senin (9/4/2018) ini, Facebook akan memberi pemberitahuan kepada 87 juta pengguna yang datanya telah disalahgunakan oleh Cambridge Analytica.

Senin ini, Facebook Akan Berbagi Tautan Soal Kebocoran Data Pengguna
Facebook 

TRIBUNJAMBI.COM - Mulai Senin (9/4/2018) ini, Facebook akan memberi pemberitahuan kepada 87 juta pengguna yang datanya telah disalahgunakan oleh Cambridge Analytica.

"Sebagai bagian dari proses ini, kami juga akan memberi tahu pengguna bahwa data mereka telah disalahgunakan Cambridge Analytica," ujar perwakilan dari perusahaan Facebook seperti dilansir CNNMoney, Minggu (8/4/2018).

Facebook berencana untuk membagikan tautan pada lini masa pengguna untuk mengetahui aplikasi apa sajakah yang terkoneksi dengan akun Facebook pengguna dan menunjukkan informasi apa saja yang diizinkan untuk dilihat oleh aplikasi yang bersangkutan.

Pengguna Facebook juga akan diizinkan menggunakan tautan untuk menghapus aplikasi terkait sebagai antisipasi agar aplikasi tersebut tidak mendapatkan informasi lebih jauh.

Kontroversi bocornya data pengguna Facebook oleh Cambridge Analytica memunculkan pertanyaan apakah media sosial terbesar ini memiliki cukup proteksi untuk melindungi data-data penggunanya.

Baca: Hotel Novita Jambi Terbakar, Inilah Perkiraaan Asal Api Menurut Kapolda Jambi

Cambridge Analytica sendiri mendapatkan data para pengguna Facebook dari Aleksandr Kogandari seorang profesor psikologi dari Universitas Cambridge.

Kogan menggunakan sebuah aplikasi "thisisyourdigitallife" yang menawarkan layanan test kepibradian.

Pengguna Facebook yang mengunduh aplikasi tersebut akan sekaligus memberi izin agar data mengenai lokasi, pertemanan, dan konten-konten yang mereka sukai untuk dibagikan.

Baca: Endria: Asosiasi Keberatan Syarat Proyek di Tanjung Jabung Barat

Pengumpulan data tersebut juga diizinkan dibawah peraturan Facebook kala itu.

Facebook menyatakan perbuatan Kogan tersebut telah melanggar aturan karena meneruskan data yang diperolehnya kepada Cambridge Analytica, sebuah perusahaan yang disewa Donald Trump saat kampanye Presiden AS 2016.

Editor: ekoprasetyo
Sumber: Tribun Bogor
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help