TribunJambi/

Merangin Dijatah 14.707,14 Ton Pupuk Subsidi, Ini Daftar Distributornya

Dia mengungkapkan, penyaluran dilakukan empat distributor. Distributor itu yang akan menyalurkan kepada agen-agen

Merangin Dijatah 14.707,14 Ton Pupuk Subsidi, Ini Daftar Distributornya
kompas.com
Ilustrasi. 

Laporan Wartawan Tribun Jambi, Herupitra

TRIBUNJAMBI.COM, BANGKO – Untuk memenuhi kebutuhan pupuk di Kabupaten Merangin, pemerintah kembali menyalurkan pupuk subsidi. Pada 2018, Kabupaten Merangin mendapat jatah 14.707,14 ton.

Kasi Pupuk dan Perlintan Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten Merangin, Joko menyebutkan pada di 2018 ada jatah 14.707,14 ton pupuk bersubsidi.

Pupuk itu terbagi dalam lima jenis. Yaitu pupuk urea sebanyak 4.015,10 ton, pupuk Sp36 sebanyak 3.110 ton, pupuk ZA sebanyak 873 ton, pupuk organik sebanyak 656,04 ton dan NPK 6.053 ton.

Dia mengataka pupuk disalurkan ke seluruh kecamatan di Kabupaten Merangin. Jumlah penyaluran disesuaikan pengajuan yang tertuang dalam rencana definitif kebutuhan pokok (RDKK)

“Harga eceran tertunggi (HET) Urea perkarung Rp 90 ribu, Sp-36 Rp 100 ribu, NPK Rp 115 ribu dan pupuk organik Rp 20 ribu per karung,” kata Joko.

Dia mengungkapkan, penyaluran dilakukan empat distributor. Distributor itu yang akan menyalurkan kepada agen-agen yang telah ditentukan di masing-masing kecamatan.

“Distributornya, yakni Tani Subur di Rantau Panjang Kecamatan Tabir, Damanik Triputra di Sungai Ulak Kecamatan Nalo Tantan, Gema Nusantara/Irwansah dan Mega Eltra Evi di Kungkai Kecamatan Bangko,” jelasnya.

Baca: Penjual Cilok Beri Bonus Video Porno ke Anak-anak, Iming-iming Supaya Dagangan Laris

Baca: Heboh di Facebook, Postingan Hantu Kuyang di Atas Pohon, Rambutnya Menjuntai

Di Kabupaten Merangin lanjutnya, pupuk subsidi digunakan untuk berbagai budidaya tanaman. Yakni untuk perkebunan kelapa sawit, palawija, tanaman padi sawah, padi ladang, sayur mayur dan tanaman perkebunan.

Sementara untuk pengawasan keberadaan dan penyaluran pupuk subsidi dilakukan oleh Komisi Pengasan Pupuk dan Pestisida (KP3). Lembaga inilah nantinya yang melakukan penindakan jika terjadi penyelewengan terhadap pupuk subsidi tersebut.

“Untuk pengawasan harga, realokasi dan penyalurannya dilakukan oleh Komisi Pengawasan Pupuk dan Pestisida (KP3)," ujarnya.

Baca: Daftar Harga Mobil LCGC Per April 2018, Ada yang Naik Harga, Bandingkan Pilihan Anda

Penulis: heru
Editor: duanto
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help