Terekam, Cakram Perak Terbang Dekat Helikopter, Bukan Drone, Dipercaya Benda Itu Adalah

Ketika menerima laporan, sebuah helikopter diutus untuk melakukan operasi penyelamatan 12 orang di kapal tersebut.

Editor: Duanto AS
Dua UFO melintas di belakang helikopter. 

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Benda berbentuk tak lazim di langit sering kali disebut sebagai unidentified flying object ( UFO) atau benda terbang yang tak dikenali.

Tak terkecuali penampakan di pantai barat daya Perancis pada 2014 silam.

Sebuah rekaman menunjukkan adanya dua benda aneh yang terbang melewati helikopter.

Saat itu, helikopter tersebut sedang terbang untuk melakukan tindak penyelamatan dari tenggelamnya sebuah kapal kargo.

Sesaat sebelum itu, kapal kargo bernama Luno dilaporkan menabrak tembok di laut Anglet dan terbelah menjadi dua.

Ketika menerima laporan, sebuah helikopter diutus untuk melakukan operasi penyelamatan 12 orang di kapal tersebut.

Saat operasi penyelamatan inilah, dua benda berbentuk cakram perak terekam terbang sangat dekat dengan posisi helikopter.

Baca: Ahmad dan Mulyadi Hanya Bisa Menunduk, Sidang Penyelundupan Bayi Lobster

Baca: Para Pencari Nafkah di Industri Pencarian Jodoh

Bahkan, banyak orang berpendapat bahwa benda itu seolah-olah mengawasi operasi penyelamatan itu.

Jason Gleave, seorang yang mempelajari film tentang UFO percaya bahwa kedua benda itu bukan drone atau burung camar.

"Setelah menganalisis rekaman, benda kembar itu melintas ke bagian belakang helikopter dengan kecepatan sangat tinggi dan sangat dekat (dengan helikopter)," kata mantan anggota Royal Air Force tersebut dikutip dari New York Post, Senin (26/03/2018).

"Teori lain tentang kedua benda itu mungkin adalah drone atau bahkan burung, tapi drone tidak mungkin karena biasanya tidak akan beroperasi dalam jarak sangat dekat dengan helikopter penyelamat karena kondisi cuaca yang tak menentu," imbuhnya.

Setelah menganalisis hal tersebut, Gleave percaya bahwa kedua benda itu adalah UFO.
"Setelah analisis lebih dekat dari frame video, kedua obyek tetap bersama dalam penerbangan, dalam formasi kompak yang ketat dan tidak menyimpang satu sama lain," tegas Gleave.

Keterangan Gleave mendapat dukungan dari Nick Pope, seorang yang mengelola bagian UFO di Kementerian Pertahanan Inggris selama tiga tahun.

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved