Seruan Bank Indonesia Cegah Fraud, Peralihan ke Kartu ATM yang Lebih Aman Sudah 50 Persen

Seruan Bank Indonesia pada perbankan untuk beralih dari kartu magnetic stripe ke chip telah dilaksanakan.

Seruan Bank Indonesia Cegah Fraud, Peralihan ke Kartu ATM yang Lebih Aman Sudah 50 Persen
Ilustrasi ATM 

Laporan Wartawan Tribun Jambi Fitri Amalia

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Seruan Bank Indonesia pada perbankan untuk beralih dari kartu magnetic stripe ke chip telah berlangsung.

Satu di antaranya PT Bank Cabang Asia (BCA) yang juga telah menerapkan penggunaan ATM berchip.

"Sudah hampir 50 persen ke atas. Kita juga sudah mengumumkan kepada nasabah agar mengganti kartu ATM yang lama dengan kartu ATM yang menggunakan chip. Kalau nasabah di luar negeri sudah menggunakan chip semua," jelas Kepala Kantor Cabang Utama BCA Jambi, Willy Dharmali.

Willy juga mengimbau kepada seluruh nasabah untuk segera mengganti kartu ATM yang dimiliki. Untuk penggantian kartu chip, nasabah datang ke cabang BCA terdekat dengan membawa serta kartu ATM yang lama.

Tujuan utama dari penggunaan chip pada kartu debit adalah dari sisi keamanan. Karena seiring sering munculnya fraud (kecurangan) akibat kecanggihan teknologi yang memanfaatkan kelemahan pada kartu debit yang menggunakan magnetic stripe.

Sesuai imbauan Bank Indonesia mengenai peralihan kartu ATM magnetic strip ke kartu chip, akhir tahun ini peralihan kartu magnetic strip menjadi kartu chip minimum 30 persen dan akhir 2021 atau awal 2022 perbankan harus 100 persen chip. Ini wajib untuk semua perbankan.

Untuk mesin ATM, belum diatur kewajiban pentahapannya, hanya saja perbankan diwajibkan tahun 2022 mesin harus bisa membaca kartu Chip, demikian pula Electronic Data Capture (EDC). (cfi)

Penulis: fitri
Editor: nani
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help