Kerugian Nasabah Korban Skimming Akan Diganti, Ini Syarat Penggantian Menurut Polisi

Kabid Humas Polda Metro Jaya Argo Yuwono mengatakan masyarakat yang menjadi korban skimming akan mendapatkan ganti rugi

Kerugian Nasabah Korban Skimming Akan Diganti, Ini Syarat Penggantian Menurut Polisi
Tribun Bali/I Nyoman Mahayasa
Tiga pelaku pembobol data naabah bank saat diamankan di Mapolda Bali, Senin (12/3). Selain Indonesia, aksi mereka juga menyaar Thailand dan Malaysia. 

TRIBUNJAMBI.COM - Marak tindak kejahatan skimming kepolisian akhirnya satu per satu berhasil menangkap para pelaku.

Tak hanya dari dalam negeri, para pelaku kejahatan perbankan ini ternyata juga berasal dari luar negeri.

Setelah pelaku tertangkap lalu bagaimana dengan nasib para korban yang uang tabungannya dikuras oleh pelaku?

Akibat kejahatan tersebut banyak diantara masyarakat yang menjadi korban dan mengaku uang tabungannya ludes. Padahal mereka tak melakukan transaksi penarikan maupun transfer.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Argo Yuwono mengatakan masyarakat yang menjadi korban skimming data banknya dan kemudian dananya terkuras akan mendapatkan ganti rugi.

"Dari informasi Bank Indonesia (BI) kemarin, bagi masyarakat yang mengalami skimming segera dilaporkan dan kemudian dilihat dari datanya akan diganti," kata Argo di Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Minggu (18/3/2018).

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Raden Prabowo Argo Yuwono.
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Raden Prabowo Argo Yuwono. (Kompas.com/ Akhdi Martin Pratama)

Skimming merupakan tindakan pencurian informasi kartu kredit atau debit dengan menyalin informasi yang terdapat pada strip magnetik kartu kredit atau debit secara ilegal.

Modus yang digunakan antara lain menggunakan WiFi pocket router disertai kamera yang dimodifikasi menyerupai penutup PIN pada mesin-mesin ATM untuk mencuri PIN nasabah.

Melalui alat tersebut, para pelaku menduplikasi data magnetic stripe pada kartu ATM lalu mengkloningnya ke kartu ATM kosong.

Argo menyebutkan, untuk mengantisipasi meningkatnya jumlah nasabah yang menjadi korban, pihaknya melakukan kerjasama dengan imigrasi, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dan Interpol (Komisi Polisi Kriminalitas Internasional).

Pasalnya, kasus itu melibatkan sejumlah warga negara asing sebagai tersangka pelaku dan mereka melakukan skimming di beberapa bank di Indonesia dan luar negeri.

"Tentunya kami akan kerjasama dengan otoritas terkait dan kami akan mengungkap karena aksi ini enggak cuma dalam cash tapi di transfer juga," kata dia.

Argo mejelaskan, aksi skimming yang menimpa beberapa nasabah Bank BRI saat ini masih diselidiki Polda Metro Jaya.

Ia menambahkan, belum ada temuan baru dari aksi yang dilakukan oleh tersangka Caitanovici Andrean Stepan, Raul Kalai, Ionel Robert Lupu, Ferenc Hugyec, dan Milah Karmilah tersebut.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Polisi: Bank Indonesia Akan Ganti Kerugian Nasabah Korban Skimming",

Editor: bandot
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved