Puluhan Orang dari YLKI Demo di DPRD, Minta Tabung Gas Lama Ditarik

“SNI juga sebagai kebanggaan nasional jika produk SNI dapat bicara di mancanegara,” kata Kholdun.

Puluhan Orang dari YLKI Demo di DPRD, Minta Tabung Gas Lama Ditarik
Tribun Jambi/Muzakkir
Unjuk rasa YLKI. 

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Puluhan orang yang mengatasnamakan dari Yayasan Lembaga Perlindungan Konsumen Indonesia (YLKI) Perwakilan Provinsi Jambi, mendatangi gedung kantor DPRD Provinsi Jambi.

Mereka meminta ketegasan anggota dewan untuk bersama-sama memperhatikan rakyat sebagai konsumen. Saat ini banyak sekali barang-barang yang beredar tidak sesuai dengan Standar nasional Indonesia (SNI).

Ketua YLKI Jambi, Ibnu Kholdun, mengatakan SNI pada produk buatan dalam negeri bukan saja dimaksudkan untuk melindungi produk indonesia dari serbbuan produk negara-negara lain yang masuk ke Indonesia, namun juga sebagai upaya dalam memenuhi standar mutu dan standar keselamatan.

“SNI juga sebagai kebanggaan nasional jika produk SNI dapat bicara di mancanegara,” kata Kholdun.

Selain menyuarakan masih banyaknya produk-produk dalam negeri yang tidak mempunyai logo SNI, pendemo juga menyuarakan terkait tabung gas LPG 3 Kg yang sudah tak layak pakai.

"Tabung gas yang beredar saat ini sudah seharusnya ditarik dari peredaran, namun pada kenyataannya, masih sangat banyak ditemukan tabung gas yang tak layak pakai," kata dia.

Selain itu, mereka menuntut produsen tabung LPG 3Kg SNI.1452:2007 yang sudah tak layak edar untuk ditarik dari peredaran dan mengganti dengan tabung LPG 3Kg SNI.145:2011 sesuai dengan undang-undang dan peraturan yang berlaku.

Pemberlakukan SNI pada tabung gas LPG 3Kg secara wajib telah diberlakukan sesuai peraturan menteri perindustrian nomor 58/M-IND/PER/11/2008 dan peraturan lain sebagainya.

Aksi demo yang juga sebagai memperingati hari hak konsumen saya dunia ini berjalan dengan lancar. Meski demikian, puluhan aparat penegak hukum dan Satpol PP menjaga ketat aksi tersebut.

Ibnu kholdun menyebut pihaknya kecewa, sebab sebelum melakukan aksi di kantor DPRD Provinsi Jambi, pihaknya juga melakukan aksi di kantor Gubernur Jambi namun tak satupun pejabat maupun anggota dewan yang menemui mereka.

"Kami kecewa. Kami ini membawa nama konsumen. Siapa konsumen, ya kita semua adalah konsumen. Tapi mengapa tidak ada yang mau bertemu kami, bahkan kami dilarang masuk kesini," sebut dia.

Hampir satu jam melakukan aksi, barulah staf Persidangan atas nama Zulkifli menemui mereka. Dihadapan pendemo, Zulkifli menyebut Bahwa saat ini tidak ada anggota dewan yang hadir sebab sebagian mereka telah menjalankan dinas di luar kota.

Namun demikian, dirinya akan menyampaikan semua tuntutan yang disampaikan oleh pendemo.

"Tuntutan saudara akan saya sampaikan. Bahkan jika seandainya pimpinan bersedia, kita jadwalkan untuk bertemu. Tinggalkan saja nomor kontak yang bisa dihubungi," ucap Zulkifli.

Meski telah dijelaskan demikian, namun pendemo tak mau hanya sekedar omongan saja. Mereka minta Zulkifli untuk membuat surat pernyataan diatas kertas dengan isi bahwa dirinya telah menerima pendemo dan akan menyampaikan tuntutan kepada dewan.. (zak)

Penulis: muzakkir
Editor: duanto
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help