Demam Dilan, Dibonceng Motor Klasik Kini Jadi Tren, Onderdil Meski Baru Bisa Dibikin Jadul
Memiliki motor klasik saat ini bisa dikatakan dapat mejadi pusat perhatian di tengah keramaian jalanan.
Penulis: Nurlailis | Editor: Nani Rachmaini
Laporan Wartawan Tribun Jambi, Nurlailis
TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Memiliki motor klasik saat ini bisa dikatakan dapat mejadi pusat perhatian di tengah keramaian jalanan.
Di balik kebanggaan karena menyita perhatian, tentu anda pun juga harus perhatian dengan motor klasik yang dikendarai.

Merawat motor klasik sebetulnya tidak jauh berbeda dengan merawat morot bebek. Hanya mungkin ada beberapa bagian tertentu yang membedakannya.
Saat inipun di Jambi sudah banyak bengkel yang menyediakan perlengkapan sehingga tidak susah lagi mencari.
“Kalau perawatan CB mungkin lebih mengakali karena beberapa onderdil motor lain bisa diakali di motor CB. Untuk mesin memang jarang yang original kecuali body itu masih banyak yang jual. Alat-alatnya pun meskipun baru dibuat seolah-olah jadul,” jelas humas dari Honda Clasic Club (HCC) Jambi, Imam.
Ia mengatakan modifikasi untuk orisinil yang asli bisa dikatakan cukup mahal yaitu mencapai Rp 5-7 jutaan belum termasuk beli motornya. Bahkan kalau motor CB asli bisa mencapai Rp 12 jutaan.
Adapun motor CB yang digunakan dalam film Dilan 1990 berdampak pada keinginan anak muda untuk memiliki motor CB.
“Sekarang pandangan orang tentang motor CB ya lebih keren. Kalau dulu kan cewek dibonceng motor jadul merasa malu kalau sekarang bisa dikatakan keren karen tren kembali ke klasik,” ungkapnya. (cul)