Ranperda Pembentukan Kecamatan Mandiangin Timur dan Batin Pengambang Kembali Dirapatkan

Pembahasan Ranperda pembentukan Kecamatan Mandiangin Timur dan Kecamatan Batin Pengambang terus berlanjut.

Ranperda Pembentukan Kecamatan Mandiangin Timur dan Batin Pengambang Kembali Dirapatkan
TRIBUN JAMBI/TEGUH SUPRAYITNO
Cek Endra 

Laporan wartawan Tribun Jambi Teguh Suprayitno

TRIBUNJAMBI.COM, SAROLANGUN - Pembahasan Ranperda pembentukan Kecamatan Mandiangin Timur dan Kecamatan Batin Pengambang terus berlanjut.

Pada Rabu (14/3), anggota dewan kembali melakukan rapat paripurna bersama eksekutif dengan agenda mendengarkan tanggapan dan jawaban eksekutif terhadap pandangan umum fraksi tentang ranperda kumulatif terbuka Kabupaten Sarolangun Tahun 2018 Tentang Pembentukan Kecamatan Mandiangin Timur dan Kecamatan Batin Pengambang.

Dalam tanggapannya, Bupati Sarolangun Cek Endra mengatakan banyak mendukung saran yang diberikan anggota fraksi, agar pembentukan dua kecamatan baru di Sarolangun bisa berjalan lancar.

Pihak eksekutif merencanakan Desa Buntang Baru menjadi ibukota Kecamatan Mandiangin Timur, sementara untuk ibukota Kecamatan Batin Pengambang berada di Desa Muara Air Dua.

Bupati menjelaskan jika pemilihan kedua desa tersebut dinilai berada pada posisi strategis dan berdekatan dengan desa lainnya, sehingga memudahkan akses masyarakat dalam urusan pemerintahan ke pusat kecamatan.

"Dapat kami sampaikan bahwa lokasi ibukota Kecamatan Mandiangin Timur ditetapkan di Desa Buntang Baru, sedangkan ibukota Kecamatan Batin Pengambang ditetapkan di Desa Muara Air Dua, dengan memperhatikan aspek geografis dan orbitasi pemerintahan yang telah dikaji secara teknis oleh tim ahli IPDN, " katanya.

Dirinya juga menyebutkan jika pengajuan perda telah memenuhi syarat administratif seperti luas kecamatan, jumlah kelurahan atau desa, dan peta masing - masing wilayah kecamatan yang dimekarkan.

"Pembentukan Kecamatan Mandiangin Timur dan Kecamatan Batin Pengambang telah mengacu pada Undang Undang Nomor 23 Tahun 2013 tentang Pemerintahan Daerah dan Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2008 tentang Kecamatan," katanya.

Sementara untuk tapal batas wilayah, Cek Endra mengatakan jika tidak ada masalah lagi baik untuk batas wilayah Kabupaten dalam Provinsi Jambi maupun tapal batas dengan Kabupaten tetangga di luar wilayah Provinsi Jambi.

Untuk tapal batas Kecamatan Mandiangin Timur yang berbatasan dengan wilayah Kabupaten Batanghari telah diperkuat dengan Permendagri Nomor 84 Tahun 2016. Dan perbatasan dengan wilayah Sumatera Selatan diperkuat dengan Permendagri Nomor 129 Tahun 2017.

Begitu juga dengan tapal batas wilayah Kecamatan Batin Pengambang yang berbatasan dengan Sumatera Selatan telah diperkuat dengan aturan Permendagri Nomor 131 Tahun 2017.

"Untuk batas sebelah barat berbatasan dengan Kabupaten Merangin. Dalam hal ini kedua Pemerintah Daerah Sarolangun dan Merangin sudah ada kesepakatan dan saat ini dalam proses penerbitan Permendagri tentang tapal batas Kabupaten Merangin dan Kabupaten Sarolangun," terang Cek Endra.(*)

Tags
Pemekaran
Penulis: Teguh Suprayitno
Editor: nani
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help