Kejaksaan Panggil 10 Kontraktor di Kuala Tungkal: Astaga Ini Penyebabnya

TRIBUNJAMBI.COM, KUALA TUNGKAL -Sebanyak 10 kontraktor dipanggil pihak Kejaksaan Negeri Kuala Tungkal.

TRIBUNJAMBI.COM, KUALA TUNGKAL -Sebanyak 10 kontraktor dipanggil pihak Kejaksaan Negeri Kuala Tungkal. Pemanggilan ini dikhususkan pada 10 perusahaan yang melaksanakan proyek tender pada 2015 dan 2016.

Kasidatun Kejaksaan Negeri Kuala Tungkal, Teguh Sukemi, menyebutkan bahwa pemanggilan 10 rekanan ini bertujuan menindak lanjuti hasil audit BPKP terhadap pekerjaan yang dilaksanakan 10 perusahaan tersebut.

"Hasil Audit BPKP ini kan ada temuan pekerjaan yang tidak sesuai volume. Makanya, para kontraktor kita undang untuk mengembalikan temuan tersebut," terangnya, Rabu (14/3).

Dijelaskan Teguh, kewenangan melakukan ini adalah atas tindak lanjut surat kuasa khusus dari Pemerintah Tanjab Barat dalam hal ini Ispektorat Tanjab Barat. Di mana pihak Kejari menjadi mediator antara pemerintah dengan rekanan.

Kata Teguh, temuan Rp 4 miliar dari pihak rekanan baru berhasil dikembalikan Rp 500 juta. "Kita layangkan undangan kepada nama perusahaan yang dalam pelaksanaan kegiatannya ditemukan ketidak sesuaian tersebut untuk mengembalikan uang negara. Alhamdulillah, sejauh ini kita telah berhasil menarik Rp 500 juta duit negara," bebernya.

Ditemui di ruang kerja Kasi Intel, Teguh mengaku bahwa apa yang dilakukannya ini sudah berkoordinasi dengan kepala kejaksaan. Dia menyebutkan, dari 10 kontraktor ini total kerugian negara yang menjadi temuan BPKP berjumlah sekitar Rp 4 miliar.

Masing-masing temuan ini bervariasi. Dari 150 juta sampai Rp 2 miliar. "Dari 10 perusahaan ini, 3 di antaranya sudah melunasi tagihan tersebut. Sisanya masih menyicil," ucapnya. (dun)

Editor: ridwan
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help