Zumi Zola di Sidang OTT KPK

Erwan: "Kalau Tak Kata Pak Asrul Saya Tak Mungkin Berani"

Erwan sempat meminta agar Jaksa Penuntut memutar hasil rekaman percakapan dirinya dengan Zumi Zola

Erwan:
ist
Zola di persidangan, Rabu (14/3/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Jambi, Dedy Nurdin

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Erwan sempat meminta agar Jaksa Penuntut memutar hasil rekaman percakapan dirinya dengan Zumi Zola di tanggal 26 Oktober 2017.

Ini disampaikan terdakwa saat Zola bersaksi di persidangan pada Rabu (14/3/2018).

Dalam percakapan itu Erwan mengatakan jika dirinya ditelpon Gubernur Jambi yang menanyakan soal ancaman dewan yang tak mau hadir untuk pengesahan RAPBD Tahun 2018.

"Pak Erwan, Pak Sekda saya dapat info besok fraksi tidak datang dan tidak quorum. Saya bilang Arfan dan Saifudin sudah keliling tadi siang," kata Erwan.

Namun gubernur Jambi mengatakan lupa soal percakapan itu, "Saya tidak tau, tidak ingat," singkat Zola yang direspon oleh pengunjung sidang dengan sorakan.

Saat ditanya siapa yang menginformasikan, Gubernur mengaku hanya kekhawatirannya saja. Pun saat ditanya soal sikapnya yang menyetujui permintaan uang ketok palu yang disampaikan Asrul dalam persidangan sebelumnya ia membatah.

"Saya tidak ada bilang ya ke Asrul," sebut Zumi di hadapan majelis hakim.

"Sumber korupsi di sana saya bilang kami diminta uang ketok palu. Kalau tak ada kata Pak Asrul saya dak mungkin berani," beber Erwan

Seperti terlihat Gubernur Jambi Zumi Zola tampak kooperatif dengan memenuhi panggilan Jaksa KPK untuk memberi kesaksian di persidangan.

Meski sebelumnya sejumlah pihak tampak ragu jika orang nomor satu di pemerintahan Provinsi Jambi itu akan hadir.

Bahkan selama persidangan, Zumi Zola tampak lantang menjawab setiap pertanyaan yang dilontarkan Jaksa Penuntut, PH terdakwa maupun menjawab pertanyaan Majelis Hakim. (Dnu)

Penulis: Dedy Nurdin
Editor: nani
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help