FOTO: Jalan Penyambung Tanah Sepenggal Lintas ke Tanah Sepenggal Rusak

Warga Kecamatan Tanah Sepenggal dan Tanah Sepenggal Lintas mengeluhkan akses utama mereka, pada Selasa (13/3).

FOTO: Jalan Penyambung Tanah Sepenggal Lintas ke Tanah Sepenggal Rusak
tribunjambi/jaka hendra baittri
Warga Kecamatan Tanah Sepenggal dan Tanah Sepenggal Lintas mengeluhkan akses utama mereka, pada Selasa (13/3/2018). Jalan penghubung ini rusak parah. 

TRIBUNJAMBI.COM, MUARA BUNGO – Warga Kecamatan Tanah Sepenggal dan Tanah Sepenggal Lintas mengeluhkan akses utama mereka, pada Selasa (13/3).

Jalan penghubung ini menurut penuturan beberapa warga baru diperbaiki dan dilebarkan 2015 lalu.

Jalan yang rusak berat ini sekitar 3 km ini 40 persen rusak berat dan sisanya rusak ringan.

Akhmad Ramadhan tokoh pemuda setempat mengatakan kondisi ini sangat dikeluhkan masyarakat, bukan hanya warga Dusun Sungai Lilin dan Dusun Lubuk Landai, tapi lebih luas masyarakat di beberapa kecamatan yang juga menjadikan akses jalur tersebut sebagai lintasan sehari-hari.

Warga Kecamatan Tanah Sepenggal dan Tanah Sepenggal Lintas mengeluhkan akses utama mereka, pada Selasa (13/3/2018). Jalan penghubung ini rusak parah.
Warga Kecamatan Tanah Sepenggal dan Tanah Sepenggal Lintas mengeluhkan akses utama mereka, pada Selasa (13/3/2018). Jalan penghubung ini rusak parah. (tribunjambi/jaka hendra baittri)

Menurutnya jalan tersebut rusak akibat angkutan yang bertonase lebih dan masifnya kendaraan angkutan hasil perkebunan kelapa sawit milik sebuah perusahaan yang melewati jalan tersebut.

"Inilah akibatnya pemerintah dan kita terlalu membuka diri dengan perusahaan selama ini, kan kalau jalannya rusak yang menanggung masyarakat," ujar Ramadhan.

"Harusnya angkutan perusahaan dan angkutan dengan tonase melebihi kapasitas lainnya tidak dibolehkan melewati jalur ini, terutama angkutan perkebunan milik perusahaan, mereka wajib menyediakan jalur sendiri," tegasnya.

Ramadhan juga menyayangkan kurangnya perhatian pemerintah maupun wakil rakyat, anggota DPRD Bungo dari daerah pemilihan (Dapil IV) maupun anggota DPRD Provinsi Jambi.

Dia mengatakan jalan yang terlihat rusak parah ini merupakan jalur utama akses antara Kecamatan Tanah Sepenggal dengan Tanah Sepenggal Lintas. Jalur yang cukup padat ini juga pilihan utama masyarakat dari kecamatan Tanah Sepenggal dan Tumbuh Tumbuh untuk ke lintas Sumatera arah Padang maupun masyarakat yang mengangkut hasil tani.

Aljufri selaku anggota DPRD Bungo Dapil IV mengungkapkan keprihatinannya dengan kondisi tersebut.

"Kami akan bersama-sama, khususnya yang dari Dapil IV akan memperjuangkan dan mendesak pihak pemerintah terkait seperti Dinas PU agar segera memperbaiki jalan ini,” katannya.

Dia menambahkan jalan lain yang rusak juga perlu diperbaiki.

“Seharusnya tidak terjadi separah ini rusaknya, mengingat beban Pemerintah Kabupaten dalam membangun dan perbaikan jalan sedikit berkurang, mengingat pembangunan dan perbaikan jalan lingkungan di dusun-dusun di serahkan kepada kewenangan APBDus," tegas politisi PDIP ini.

Pada tempat berbeda Dharmawan anggota DPRD Fraksi PKS juga menyayangkan lambannya gerak dan kurangnya sensitifitas Dinas PU ini. instansi yang dipimpin Tamrin ini dalam menyikapi keluhan dan menata pembangunan, terutama berkaitan dengan infrastruktur jalan.

"Sudah rusak separah itu belum juga ada tindakan Dinas PU. Saya tahu jalan tersebut merupakan akses utama tidak hanya masyarakat dari dua kecamatan antara Tanah Tumbuh, Pelayang hingga Limbur Lubuk Mengkuang. Kita desak Dinas PU untuk anggarkan di APBD Perubahan tahun ini," katanya.

Penulis: Jaka Hendra Baittri
Editor: nani
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help