Home »

Jambi

» Tebo

Bocah Selfiana Terbaring Koma Sudah 13 Hari, Keluarga Sangat Membutuhkan Uluran Tangan

Malang nasib yang dialami keluarga Zainul M Reno (36) warga RT 3 Kemudahan Pematang Kandis Kecamatan Bangko

Bocah Selfiana Terbaring Koma Sudah 13 Hari, Keluarga Sangat Membutuhkan Uluran Tangan
tribunjambi/herupitra
Bocah Selfiana warga Tebo ini terbaring koma

Laporan Wartawan Tribun Jambi, Herupitra

TRIBUNJAMBI.COM, BANGKO - Malang nasib yang dialami keluarga Zainul M Reno (36) warga RT 3 Kemudahan Pematang Kandis Kecamatan Bangko.

Ia harus melihat kondisi anaknya terbaring koma karena penyakit yang dideritanya.

Bocah bernama lengkap Selfiana Aulia Putri (2) ini diagnosa mengalami penyakit infeksi pada otaknya.

Saat ini sudah masuk hari ke 13 ia dirawat di rumah sakit di RSUD Raden Mattaher Jambi semenjak dirujuk dari RSD Kolonel Abundjani Bangko.

Orangtua korban, Reno menuturkan kesedihannya, karena ia tidak bisa berbuat banyak dengan kondisi anaknya saat ini.

"Ya bang, anak kami kini sedang terbaring, hingga hari ke 13 ini belum juga sadarkan diri. Bingung kami, karena tidak bisa berbuat apa-apa dan hanya menunggu saja," ujarnya via telepon.

Saat ditanya, apa upaya yang dilakukan oleh pihak rumah sakit, agar mempercepat kesadaran anaknya tersebut, dikatakannya, saat ini anaknya hanya dipasangi infus, dan diberi obat melalui selang infusnya tersebut.

"Sebelumnya anak kami dirawat di ruang khusus, tapi sekarang dipindahkan lagi keruang umum. kata dokter, kondisi anak kami sudah membaik, detak jantungnya normal," jelasnya.

Meski semua biaya pengobatan anaknya sudah ditanggung pemerintah, dengan memakai surat keterangan tidak mampu (SKTM), namun kendala yang dihadapinya, yakni untuk biaya keperluan dirinya dan Istri selama menunggu anaknya di rumah sakit, karena selama di sana dirinya tidak bisa bekerja.

"Itulah yang kami bingungkan sekarang bang, sekarang ni kami butuh biaya untuk keperluan sehari-hari, karena kami tidak bisa bekerja, karena hanya fokus mengurus anak kami selama di rawat. Apalagi keluarga tidak ada, tidak ada yang bisa kami minta bantuan," ujarnya.

"Kalau ada orang dermawan yang bisa bantu kami, itu sangat kami harapkan bantuannya, sehingga kami bisa membeli kebutuhan kami selama disini. Kebutuhan selain makan sehari-hari kami. Kami juga butuh biaya untuk anak kami yang sakit ini, seperti membeli pempers," tambahnya.

Dilanjutkannya, dokter tidak bisa memastikan kapan anaknya siuman dari koma. Dan dirinya mendapat kabar, dokter akan kembali melakukan pemeriksaan terhadap anaknya.

"Besok akan melakukan ronsen lagi putri kami. Sebelumnya juga pernah anak kami dironsen, namun kami belum menerima hasilnya, karena proses keluar hasilnya cukup lama," tutupnya.(*)

Penulis: heru
Editor: nani
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help