KULINER JAMBI: Menyantap Serabi Solo yang Lembut dan Gurih, Harganya pun Murah

Jika biasanya yang lebih dikenal adalah serabi bandung, maka kali ini ada serabi solo

KULINER JAMBI: Menyantap Serabi Solo yang Lembut dan Gurih, Harganya pun Murah
tribunjambi/nurlailis
Serabi solo di kawasan Mayang yaitu di Rasaku Serabi Solo. 

Laporan Wartawan Tribun Jambi, Nurlailis

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Serabi merupakan makanan tradisional atau jajanan pasar. Jika biasanya yang lebih dikenal adalah serabi bandung, maka kali ini ada serabi solo.

Di zaman modern ini ternyata kita masih bisa menemukan jajanan trasional seperti serabi solo.

Berbeda dengan serabi bandung, serabi solo memiliki ciri khas tersendiri yakni tidak menggunakan kuah gula merah ataupun santan untuk menyantapnya.

Serabi solo memiliki bahan dasar yang sama dengan serabi lainnya yaitu santan dan tepung beras.

Di Jambi kamu bisa menemukan serabi solo di kawasan Mayang yaitu di Rasaku Serabi Solo.

Sudah beroprasi sejak November 2017, rasaku serabi solo jadi pilihan baru untuk kuliner tradisional. Terlebih harga yang ditawarkan cukup murah yaitu hanya Rp 2 ribu.

Rasanya manis dan gurih, terlebih jika ada tambahan toping yaitu cokelat, keju dan nangka. Atau bisa juga ditambah toping lainnya. Bau serabi solo istimewa membuat yang mencium aromanya merasa tergugah untuk menyantapnya.

“Perbedaan serabi solo dengan serabi bandung pada kuah. Secara harga juga lebih murah. Tampilannya juga berbeda yaitu menggunakan daun pisang,” ungkap sang pemilik, Mawardi.

Daun pisang juga menjadi ciri khas lain dari serabi solo membuat tampilannya lebih menggoda untuk disantap sekali hap. Daun pisang ini membungkus serabi seperti dadar gulung. Pinggiran serabinya juga tipis.

Serabi solo di kawasan Mayang yaitu di Rasaku Serabi Solo.
Serabi solo di kawasan Mayang yaitu di Rasaku Serabi Solo. (tribunjambi/nurlailis)

Serabi solo cocok untuk disantap sebagai sarapan, atau camilan saat sore bersama keluarga atau kerabat sambil ditemani secangkir kopi atau teh sesuai selera.

Dalam sehari ia bisa menghabiskan kurang lebih lima kilo adonan untuk membuat serabi solo ini. Biasanya ia berjualan sejak pukul 8 pagi hingga pukul 8 malam.

“Yang paling banyak orang suka itu ori dan coklat. Tapi rata-rata semuanya suka karena harganya murah,” ucapnya.

Iapun mengungkapkan semua yang ia jual tanpa menggunakan bahan pengawet. (cul)

Penulis: Nurlailis
Editor: nani
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved