Harga Sembako

Harga Sembako Tak Serta Merta Naik, Ini Penjelasan Kadis Perindag Provinsi Jambi

Harga sembako (cabai) tidak serta begitu saja naik (mahal) ataupun turun (murah). Penuturan Ariansyah, Kepada Dinas Perindustrian dan Perdagangan

Harga Sembako Tak Serta Merta Naik, Ini Penjelasan Kadis Perindag Provinsi Jambi
TRIBUN JAMBI/DARWIN SIJABAT

Laporan Wartawan Tribun Jambi, Darwin Sijabat

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Harga sembako (cabai)  tidak serta begitu saja naik (mahal) ataupun turun (murah). 

Penuturan Ariansyah, Kepada Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Jambi menyampaikan ada beberapa hal yang mempengaruhi harga. 

Pertama, distribusi barang. Dikarenakan cabai yang dipasarkan berasal dari luar Jambi, maka bergantung transportasinya.

Baca: PNS Terjaring Ngamar di Hotel - Pjs Wako Jambi: Itu Memalukan Instansi

Kemudian, ketersediaan stok. Cabai merupakan bahan pangan yg tidak tahan lama. Oleh sebab itu, bahannya tidak lama disimpan dan segera dipasarkan.

Selanjutnya, Iklim juga sangat berpengaruh, karena berhubungan erat dengan panen cabai. 

Menanggapi kenapa  hari libur cenderung naik, Arinsyah menyebut karena konsumsi rumah tangga, masyarakat dan pelaku usaha meningkat dibanding hari lain. 

"Saat hari libur banyak masyarakat mengadakan perayaan atau hajatan," tuturnya. 

Pantauan Tribunjambi.com, Jumat (9/2) harga cabai merah di Pasar Angso Duo mencapai Rp 50 ribu per kilogram. Cabai tersebut mengalami kenaikan dari harga Rp 45 ribu dihari sebelumnya. 

Sedangkan di Pasar Talang Banjar, harga cabai mencapai Rp 52 ribu per kilogramnya.

Baca: Dewan Minta Segel Kantor Aplikator Jika Masih Terima Ojek Online, Ini Tanggapan Dishub dan ADO

Baca: Harga Cabai Melonjak di Pasar Talang Banjar, Pembeli Mengeluh

Penulis: Darwin
Editor: fifi
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help