Home »

Bisnis

» Makro

AS Bakal Kerek Suku Bunga, BI Yakin Indonesia Kuat Menghadapi

Pemulihan ekonomi Amerika Serikat (AS) yang berlangsung cepat tahun ini akan mendorong Federal Reserve (The Fed) menaikkan

AS Bakal Kerek Suku Bunga, BI Yakin Indonesia Kuat Menghadapi
ANTARA FOTO/RIVAN AWAL LINGGA
Dewan Gubernur Bank Indonesia 

TRIBUNJAMBI.COM, JAKARTA - Pemulihan ekonomi Amerika Serikat (AS) yang berlangsung cepat tahun ini akan mendorong Federal Reserve (The Fed) menaikkan suku bunga. Goldman Sach memperkirakan, bank sentral AS akan mengerek suku bunga empat kali di 2018. Tapi, Bank Indonesia (BI) optimistis, sistem keuangan negara kita tahan dengan kenaikan suku bunga The Fed.

Baca: Ingin Pilpres 2019 Ada 3 Calon, Ini Alasan Gerindra

Keyakinan BI searah dengan respons pasar. Buktinya, Jumat (2/3), kurs rupiah terhadap dollar AS di Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) BI menguat tipis ke posisi Rp 13.746 dari sehari sebelumnya Rp 13.793, yang merupakan nilai tukar rupiah terlemah sejak awal tahun ini.

Meski begitu, investor asing masih menarik dana di pasar saham kita. Dari awal tahun hingga kemarin, dana asing yang keluar dari bursa saham mencapai Rp 9,93 triliun, melonjak dibading periode sama tahun lalu Rp 1,61 triliun. Tampaknya asing lebih nyaman menaruh dana di obligasi negara.

Deputi Gubernur Senior BI Mirza Adityaswara mengungkapkan, tekanan terhadap rupiah sudah berkurang di awal bulan ini. Hal ini terindikasi dari penguatan kurs rupiah di akhir pekan.

Mirza pun optimistis, kenaikan Fed fund rate sebanyak empat kali di tahun ini tak akan menggoyahkan perekonomian nasional. BI tidak bakal latah dengan ikut menaikkan BI 7-day repo rate.

Baca: Diniatkan Untuk Biaya Kuliah Anak, Empat Ekor Sapi Milik Warga Jaluko Keburu Mati Disambar Petir

Baca: Arus Jalan Padat Merayap, Ustaz Abdul Somad Harapkan Tak Ganggu Kegiatan Sopir Truk

"Bukan berarti, kalau The Fed naikkan, terus BI naikkan suku bunga acuan. Buktinya, The Fed sudah naikkan bunga lima kali dan BI bisa turunkan bunga delapan kali. Jadi, penting sekali untuk kita bisa menjaga fundamental ekonomi," kata Mirza, kemarin (2/3).

Menurut Mirza, BI bisa mempertahankan tren suku bunga rendah saat The Fed mendongkrak suku bunga lima kali lantaran inflasi stabil di kisaran 3%–3,6% dalam tiga tahun terakhir. Defisit neraca transaksi berjalan (CAD) juga terjaga di bawah 2%. "Kalau inflasi tahun ini rendah, CAD terkendali, defisit APBN di level sehat, Fed  fund rate naik empat kali tidak perlu dikhawatirkan" tegas Mirza.

Halaman
123
Editor: fifi
Sumber: Kontan
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help